NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini


Rabu, 18 Mei 2011

Tetap Terbanglah di Indonesia Timur

|0 komentar
ABDULLAH Andi (35), warga Kaimana, Provinsi Papua Barat, harus segera berangkat ke Makassar, Sulawesi Selatan, karena istrinya akan melahirkan.

Ia lalu membeli tiket Merpati tujuan Makassar via Sorong. Meskipun tiga hari sebelumnya, Sabtu (7/5), pesawat Merpati MA-60 yang melayani rute Kaim ana-Sorong jatuh di perairan Kaimana, tak menyurutkan langkahnya.

Pada Selasa (10/5) pagi, Andi pun berangkat ke Sorong naik pesawat MA-60, yang terbang perdana pascakecelakaan, sebelum melanjutkan perjalanan dengan pesawat Merpati yang lebih besar ke Makassar. Selasa sore, dia sudah tiba di Makassar mendampingi istrinya melahirkan.

Jatuhnya pesawat MA-60 yang digunakan Merpati, sama sekali tidak membuatnya takut menumpang pesawat. Bagi Abdullah, kecelakaan sudah menjadi kehendak Ilahi yang tak bisa dicegah manusia. " Dari dulu saya selalu pakai pesawat kalau mau ke luar Kaimana," ujarnya.

Begitu pentingnya kehadiran pesawat, tergambar dari ucapan seorangb warga lainnya. Sebagai pemilik warung makan di Kampung Baru Kaimana,Opik Elom (42) mengatakan harga kebutuhan pokok seperti telur dan cabai bisa mencapai 50.000 per rak dan 60.000 per kg, karena keduanya belum dihasilkan di Kaimana. Semuanya harus didatangkan dari Timika, Manado, atau Surabaya.

Kalau didatangkan dengan kapal putih (kapal penumpang) butuh waktu 2-7 hari, sehingga terkadang sebagian barangnya sudah rusak dan busuk. Jika dengan pesawat, akan lebih cepat sampai dan kualitas barangnya lebih bagus.

Pesawat adalah pilihan pertama, karena belum ada jalan penghubung dari Kaimana ke kabupaten/kota lain di Papua Barat. Sementara moda transportasi laut belum bisa diandalkan. Kapal laut hanya singgah dua kali dalam sebulan, bahkan bisa lebih lama, saat gelombang laut tinggi yang memaksa kapal melaju lebih lambat atau terpaksa berhenti berlayar sementara.

Waktu tempuh kapal pun lama. Dari Kaimana ke Sorong, yang masih di Papua Barat saja butuh waktu dua hari. Bisa dibayangkan jika harus ke kota-kota besar di Sulawesi atau Jawa. Bisa sampai sepekan waktu terbuang di kapal.

Apa yang terjadi di Kaimana merupakan potret terhambatnya mobilisai masyarakat di Papua Barat dan Papua, sebab antarkabupaten dan kota belum tersambungkan oleh jalan darat.

Tak dipungkiri, keberadaan pesawat penting dalam membantu korban bencana alam, seperti saat terjadi banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, pada Oktober 2010 lalu. Pesawat mempercepat pengiriman bantuan darurat sekaligus pengiriman personil guna membantu korban banjir.

Di Maluku, provinsi yang 90 persen wilayahnya berupa laut, moda transportasi udara pun menjadi tumpuan. Bahkan tidak jarang, calon penumpang harus membeli tiket jauh-jauh hari karena tiket kerap tak tersedia lagi. Hal ini karena pesawat bisa mempersingkat waktu tempuh dari kabupaten/kota di Maluku ke Ambon sebagai ibu kota Maluku, hingga tinggal 30 menit sampai 90 menit.

Manfaat pesawat, kata Marzel Kesaulya (33), warga Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, penting untuk mengantar warga yang sakit dan membutuhkan perawatan segera di rumah sakit di Ambon, atau kota besar lain di Indonesia. Meskipun terbebani dengan harga tiket yang di atas Rp 1 juta, warga pun rela merogoh kantongnya dalam-dalam.

Sebelum ada pesawat, dibutuhkan waktu hingga dua hari dari Dobo untuk bisa ke Ambon dengan menggunakan kapal laut. " Jumlah penumpang selalu di atas 85 persen dari kapasitas pesawat," ujar Kepala Dinas Perhubungan Maluku Benny Gaspersz, beberapa waktu lalu.  

 

Lebih murah ke Jakarta

Dian Yasmin Wasaraka (29), warga Kaimana yang bekerja di Conservation International (CI) Indonesia, juga selalu menggunakan pesawat saat ada tugas ke luar Kaimana atau menjenguk keluarganya di Manokwari. Pesawat memudahkan dia menjalankan kerjanya. Namun, harga tiket pesawat dari Kaimana menuju kotakabupaten lain di Papua, tidak murah. Hal ini yang sering membuatnya sedih.

"Saya sering menangis kalau kangen ibu di Manokwari, tapi saya sedang tak punya uang untuk pulang untuk pulang. Saya ingin makan dodol durian buatan ibu saya," ujar Dian.

Sebagai gambaran, harga tiket pesawat Kaimana-Sorong sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,6 juta, harga tiket Kaimana ke Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, berkisar Rp 1,8 juta, dan dari Kaimana ke Ambon di Maluku harganya Rp 1,6 juta.

Mahalnya tarif pesawat rute terbang di Papua, ataupun rute penerbangan di wilayah Indonesia Timur bukan rahasia umum. Untuk jarak pendek, dengan waktu tempuhnya kurang dari 45 menit, tiketnya rata-rata di atas Rp 1 juta.

Jika dibandingkan dengan wilayah barat Indonesia, jelas timpang. Bahkan, harga tiket Manokwari-Surabaya, sekitar Rp 1,5 juta, lebih murah dibandingkan rute Manokwari-Kaimana, meski jaraknya lebih jauh. Demikian pula harga tiket rute Ambon-Jakarta, berkisar Rp 900.000 sekali terbang.

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Papua, Acmad Rochani, mahalnya tarif tiket pesawat yang dibayarkan penumpang di Papua adalah bentuk kompensasi yang dibebankan maskapai penerbangan kepada para penumpangnya. Pihak maskapai sadar, terbang di wilayah Indonesia timur berisiko tinggi karena faktor cuaca, geografis, serta fasilitas bandara yang tak memadai.

Ketidaklayakan bandara, seperti landasan pendek dan sempit atau lokasinya yang sulit didarati, mengakibatkan sedikit maskapai yang berani mengambil risiko membuka rute penerbangan di Papua. Risiko transportasi pula yang mengakibatkan harga kebutuhan pokok di kota/kabupaten kecil di wilayah timur Indonesia sangat mahal.

"Bukan hanya soal permintaan-penawaran, tetapi besarnya risiko itu yang diperhitungkan maskapai penerbangan, sehingga  mereka mematok harga tiket yang mahal dibandingkan di wilayah Indonesia lainnya," kata Achmad.

Kian terbuka dan mudahnya mobilisasi penduduk dan barang, baik di wilayah Papua maupun Maluku, sebenarnya mempercepat pembangunan di wilayah timur Indonesia. Bupati Kaimana Mathias Mairuma, Jumat (13/5), mengatakan, masuknya Merpati dan maskapai penerbangan lain di Kaimana mampu mendorong percepatan pembangunan di kabupaten yang dimekarkan tahun 2003 itu.

Potensi-potensi alam, seperti perikanan, minyak dan gas bumi, mulai dieksplorasi oleh perusahaan-perusahaan besar. Tak kalah menarik adalah wisata di Kaimana, seperti kemolekan senja di Kaimana dan alam bawah laut di perairan Pulau Triton dan Venu. Untuk mendatangkan wisatawan ke Kaimana harus didukung infrastruktur yang baik, salah satunya kelayakan bandara dan banyaknya penerbangan yang masuk ke sini, ujarnya.  

Minim fasilitas

Sebelum MA-60 beroperasi melayani penumpang di Kaimana sejak 2 April lalu, warga di Kaimana telah menggunakan pesawat Dornier 328 milik maskapai Express Air berkapasitas 32 penumpang, ATR 72-500 milik Wings Air berkapasitas sampai 70 penumpang, atau pesawat casa yang dioperasikan Merpati, dan juga pesawat sewaan seperti Trigana, Travira, dan Susiair, untuk ke luar Kaimana. Hingga kini, belum ada lagi maskapai lain yang tertarik membuka rute ke dan dari Kaimana.

Koordinator Badan SAR Nasional, Letnan Jenderal Nono Sampono, menambahkan, sebagian besar bandara di wilayah timur Indonesia kondisinya tak layak karena minimnya fasilitas. Salah satunya, ketiadaan lampu landasan yang mampu memandu pesawat mendarat di siang hari dalam kondisi cuaca buruk.

Saat ini, hanya infrastruktur bandara di Jayapura, Sorong, Manokwari, dan Merauke, berfasilitas relatif memadai. Sementara lainnya, kondisi landasannya pendek, lokasinya yang terhalang gunung, serta ruang tunggunya terlalu sempit untuk menampung penumpang yang kian banyak, karena jumlah kian penumpang meningkat. Pengajuan pihak bandara untuk perbaikan fasilitas belum juga ditanggapi dari kantor pusat.

Selain sarana, kepiawaian pilot mengendalikan pesawat saat cuaca buruk pun patut terus ditingkatkan, terutama karena cuaca di kawasan timur Indonesia bisa sangat cepat berubah jadi ekstrem.

Pendeknya landasan dan medan yang penuh tebing dan gunung di kebanyakan bandara di timur Indonesia, bisa menyulitkan penerbang. " Jika cuaca tak memungkinkan, pilot seharusnya tidak memaksakan mendarat, dan memilih mendarat di bandara terdekat lainnya, kata Gagarin Moniaga, Kepala Bandara Utarom, Kaimana.

(Kompas)








Selasa, 17 Mei 2011

DAFTAR PENERIMA KOMISI BIROTIKET Per 16 Mei 2011

|0 komentar

Mau booking tiket pesawat sekaligus menjadi agen penjualan tiket pesawat secara online, murah, mudah, dan cepat? KLIK DISINI untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
 

DAFTAR PENERIMA KOMISI BIROTIKET :


No Tanggal Username Nama Bank Di Transfer
1.16-05-2011
16:47:54
latansaImam TauhidBRI 54660,-
2.16-05-2011
16:47:28
mitratiket eko purwantoBRI Karanganyar Peka82086,-
3. 16-05-2011
15:40:32
yuly_LimYulianamandiri - cabang mua2582392,-
4.16-05-2011
15:31:07
lillahMuhammad FatkhiBCA 54049,-
5.16-05-2011
15:29:27
Melantono D. Melantono LahanjoMandiri54144,-
6. 16-05-2011
15:27:59
luthfinurzamluthfi nurzamanBCA KCU Veteran55323,-
7.16-05-2011
15:26:46
banjirduit2Muhammad Iqbal S. BCA Cabang Melawai -70044,-
8.16-05-2011
15:22:09
admintiketBeniBCA - Cikande50578,-
9. 16-05-2011
15:20:23
alif_dayaEmzita HudayaMandiri-Pangeran Sam50180,-
10.16-05-2011
15:19:03
birotiketMuhammad FabioBCA - Cikande 80752,-
11.16-05-2011
15:17:59
agen150ribu M. Iqbal SainBNI Cabang Bekasi52223,-
12. 16-05-2011
15:15:57
sylviasylvia kountulBCA-Tebet887120,-
13.16-05-2011
15:10:13
yudhatravelyudanengsihMandiri 76077,-
14.16-05-2011
15:09:01
REIHAMTRAVEL REIHAM RAMLIMANDIRI-PETTARANI90109,-
15. 16-05-2011
15:07:12
termurahDiah R.BNI Cabang Bekasi124906,-
16.16-05-2011
15:05:05
ANTHYTRAVELARIYANTI ARIEF, SKM MANDIRI-PETTARANI86271,-
17.16-05-2011
15:03:36
bisnisbiasaTasya D.S.BCA Cabang Melawai -94076,-
18.16-05-2011
15:02:17
etikete-TiketBCA-Yogyakarta 73690,-
19.16-05-2011
15:00:59
asiatourAsia Tours BCA75089,-
20.16-05-2011
14:59:22
cititourEko YuliantoBank Central Asia - 62942,-
21. 16-05-2011
14:57:52
BANJIRDUIT-3RAMLI, SEMANDIRI-PETTARANI118755,-
22.16-05-2011
14:56:55
arrester97ricky cahya andrian Mandiri - Parepare58414,-
23.16-05-2011
14:54:20
daudrinaRinaMandiri cabang balik55637,-
24. 16-05-2011
14:53:11
marulymaruly hutagaolBCA Cabang Tebet Bar50783,-
25.16-05-2011
14:52:09
antatiketANTA UTAMABCA Jakarta 88828,-
26.16-05-2011
14:51:11
Cahaya NurcahyoPT.BANK MANDIRI CABA54191,-
27.16-05-2011
14:49:26
REGENCYTIKETRAMLI,SEMANDIRI-PETTARANI106421,-
28.16-05-2011
14:47:53
asiatravelAsia TravelBCA Jakarta 101191,-
29.16-05-2011
14:46:53
chaluvantoeka agustina wulanda BCA Cab.monginsidi60436,-
30.16-05-2011
14:45:34
dailytravelDevianto KoestantiyoBCA KCU DAGO BANDUNG91082,-
31.16-05-2011
14:44:15
asiatiketAsia TiketBCA-Senayan 107757,-
32.16-05-2011
14:42:57
BANJIRDUIT-4RAMLI,SE MANDIRI-PETTARANI126510,-
33.16-05-2011
14:41:13
ridhotravelmuhammad ridwanBNI Syariah-Makassar66331,-
34.16-05-2011
14:38:19
pattinjojupri syarifuddinBNI Cabang Pembantu 68784,-
35.16-05-2011
14:35:33
txtravel TX TravelBCA Senayan107043,-
36.16-05-2011
14:34:36
grahatiketGraha TiketBCA Ratu Plaza79721,-
37.16-05-2011
14:33:43
asiatoursAsia ToursBCA Jakarta 86879,-
38.16-05-2011
14:32:49
signupTerminal Tiket BCA 97959,-
39.16-05-2011
14:31:36
daftarmuhammad ridwanBNI Syariah-Makassar53231,-
40. 16-05-2011
14:30:21
larvaShanti Diah LestariBank Mandiri145080,-

41.16-05-2011
14:29:13
BANJIRDUIT-BM. Iqbal SainBNI Cabang Bekasi 145980,-
42.16-05-2011
14:28:01
kaesatu Abdul Khair SadoBCA KCU Kupang90898,-
43. 16-05-2011
14:26:52
asplusasmiaty sahurBNI cabang UNHAS Tam62790.4,-
44.16-05-2011
14:24:53
putiaPuti AspitaMandiri Cabang Sanga 124800,-
45.16-05-2011
14:22:41
daftargratis muhammad ridwan agriBNI Syariah-Makassar77675,-
46. 16-05-2011
14:20:28
cintatravelDafati MendrofaBCA Pangkal Pinang50760,-
47.16-05-2011
14:18:26
bullet_tiqaAndi Athiqah Hidayah BCA-Panakkukang62340,-
48.16-05-2011
14:16:57
dewi_travelRosmaladewi Nur ArifMandiri/KCP makassar85000,-
49.16-05-2011
14:15:17
A-Kas_1KasmanBNI-MAKASSAR 917940,-
50.16-05-2011
14:13:45
lisa_travelLisa Pratiwi Payanga BNI - Mattoangin649740,-
51.16-05-2011
14:11:48
newasiaAsia TravelBCA65153,-
52. 16-05-2011
14:10:11
ima_tourMuhammad FaizunBCA 64600,-
53.16-05-2011
14:09:04
metroMetro TiketBCA-Ciputat 82600,-
54.16-05-2011
14:07:49
indra_wong indra bratamandiri 53220,-
55.16-05-2011
14:06:23
mirantizainal fikribca -cab bsd116278,-
56.16-05-2011
14:05:05
browniesRatna Kumala HapsariBNI Cab BNI Margonda 92859,-
57.16-05-2011
13:55:40
hafizhanrifq hafizhan rifqhibank mandiri55800,-
58. 16-05-2011
13:54:22
budi99Budi Hartono Hendra BCA - Plasa Sentral,83608,-
59.16-05-2011
13:53:18
fifinDian. MarifiantiBCA Surabaya 53060,-
60.16-05-2011
13:50:20
anrizal.riza AnrizalBank Mandiri63400,-

Selamat kepada member yang telah merasakan manfaat bergabung dengan kami di BIROTIKET.



   


Link Partner

http://travel-agentku.blogspot.com
http://travelagentkita.wordpress.com
http://tiketpesawat-murah.blogspot.com
http://travel-agent-kita.blogspot.com
http://cetak-tiket.blogspot.com
http://travelkita.multiply.com/
http://peluang-usahakita.blogspot.com
http://aneka-usaha-online.blogspot.com
http://agen150000.multiply.com
http://bisnis-biasa.blogspot.com
http://bisnis-biasa-01.blogspot.com
http://bisnis-biasa-02.blogspot.com
http://bisnisgadged.multiply.com
http://bisnismobil.multiply.com
http://cetaktiket.multiply.com
http://miqsan1302.multiply.com
http://putera-bambapuang.blogspot.com
http://puterabambapuang.blogspot.com
http://siapasajabisa-02.blogspot.com
http://siapasajabisa.blogspot.com
http://supertiket.multiply.com
http://yudhatravel.multiply.com

Senin, 16 Mei 2011

Tiap Tahun Terjadi Puluhan Kecelakaan Penerbangan

|0 komentar
Kecelakaan transportasi udara di Indonesia bukan hal baru. Nyaris setiap tahun kecelakaan pesawat terjadi di Indonesia, tentu dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

Akibat banyaknya kecelakaan di Tanah Air, otoritas internasional sempat meragukan keselamatan penerbangan di Indonesia. Akibatnya, International Civil Aviation Organitation (ICAO), meminta Indonesia untuk menandatangani deklarasi peningkatan keselamatan terbang pada Juli 2007.

Akibat kecelakaan itu pula, Uni Eropa menjatuhkan sanksi berupa pelarangan pesawat Indonesia memasuki wilayah udara Uni Eropa, disusul FAA pada November 2007, dan air travel warning bagi warga AS yang akan bepergian ke Indonesia.

Dari data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), tercatat mulai tahun 2007 hingga 2011, kecelakaan pesawat mencapai 89 kali. Berikut data kecelakaan pesawat sejak 2007 hingga 2011.

- Tahun 2007: Terjadi 21 kecelakaan. Total penumpang mencapai 39.162.332. Produksi jam terbang mencapai 510.137. Trend kecelakaan mencapai 4,12.

- Tahun 2008: Terjadi 21 kecelakaan. Total penumpang mencapai 37.405.437. Produksi jam terbang mencapai 477.556. Trend kecelakaan mencapai 4,40.

- Tahun 2009: Terjadi 21 kecelakaan. Total penumpang mencapai 43.808.033. Produksi jam terbang mencapai 753.425. Trend kecelakaan mencapai 2,79.

- Tahun 2010: Terjadi 18 kecelakaan. Total penumpang mencapai 47.252.237. Produksi jam terbang mencapai 671.204. Trend kecelakaan mencapai 2,68.

- Tahun 2011: Terjadi 8 kecelakaan (terakhir Merpati MA-60).


(Inilah.com)








Habibie: Standar Penerbangan AS Itu Unggul

|0 komentar

Pelopor industri penerbangan Indonesia, BJ Habibie, menyatakan standar penerbangan Amerika Serikat itu menjadi referensi karena keunggulan dan pengalamannya. Sudah sewajarnya jika banyak negara termasuk Indonesia merujuk standar yang dikeluarkan Federal Aviation Administration, Amerika Serikat.


"Itu harus dilihat dari sejarahnya," kata Habibie di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta .Industri penerbangan yang terbesar dan tertua di dunia itu ada di Amerika Serikat. Karena di situ, boleh dikatakan sudah hampir 100 tahun yang lalu orang sudah terbang. Pengalaman mereka itulah yang melahirkan FAA," kata mantan Presiden itu.

FAA ini bukan lahir dari aturan pemerintah, tapi muncul dari kebutuhan masyarakat bahwa pesawat terbang harus aman. "Karena banyak pengalaman dan unggul, sehingga negara di mana pun di dunia pasti melirik dulu FAA sebagai referensi," kata Habibie.

"Kita dulu juga punya peraturan kelaikan udara yang diterima karena dasarnya adalah FAA. Kami dulu mengadakan kerjasama bilateral dalam bidang kelaikan udara AS umumnya, FAA khususnya," kata Habibie yang berperan banyak dalam melahirkan PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi sejumlah pesawat buatan Indonesia itu.

FAA, kata Habibie, membantu Indonesia membikin sertifikat. "Alasannya, produk industri pesawat Amerika banyak kita pakai dan produk kita juga banyak dijual di sana. Kalau kita sudah buat, dan aturannya sudah match, kita akan lebih mudah menjual," kata Habibie.

Lalu, apakah pesawat MA 60 yang dipakai Maskapai Merpati Nusantara Airlines namun tidak memakai standar FAA itu aman? "Saya tidak bisa komentar karena saya tidak tahu detail," kata Habibie.

Merpati sendiri memiliki 13 pesawat jenis MA 60 dan salah satunya jatuh di perairan Papua Barat pada Sabtu lalu. Pesawat ini diakui regulator di Indonesia tidak memakai standar FAA, hanya standar China.

 

(Vivanews)










Asosiasi maskapai sambut kelonggaran aturan kargo udara

|0 komentar

Asosiasi penerbangan asing dan domestik di Indonesia menyambut baik keputusan Dirjen Perhubungan Udara yang melonggarkan kebijakan agen inspeksi atau regulated agent (RA) dengan memberikan izin sementara kepada operator gudang sebagai RA sementara.

Kedua asosiasi penerbangan tersebut yakni Board of Airlines Representatif Indonesia (BAR Indo), asosiasi maskapai penerbangan asing di Indonesia dan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau asosiasi perusahaan penerbangan niaga Indonesia.

Susie Charma, Sekjen BAR Indo, mengatakan keputusan Dirjen Perhubungan Udara untuk menerapkan RA mulai Senin dengan memberi izin kepada perusahaan ground handling (penanganan di darat) seperti Gapura dan JAS sebagai RA sangat membantu.

"Kami senang sekali Gapura dan JAS diizinkan sebagai temporary RA," kata Susie kepada Bisnis ketika dihubungi hari ini.

Dia menambahkan jika penerapan RA hanya menggunakan tiga provider RA yang sudah mengantongi izin akan diragukan tingkat keamanannya karena banyak anggota BAR Indo yang merupakan maskapai penerbangan asing belum melakukan audit terhadap ketiga RA.

"Komunikasi yang ada selama ini sebatas breafing, satu arah. Malah dulu kami diberi tahunya bahwa peraturan mengenai RA ini bukan mandatory, hanya option. Ternyata menjelang implementasi menjadi mandatory," kata Susie.

Namun dia mengaku senang dengan adanya solusi dari Dirjen Udara. Dengan diizinkannya Gapura dan JAS sebagai provider RA, keduanya bersama perusahaan ground handling lainnya diwajibkan menambah mesin x-ray.

"Dengan adanya tambahan mesin x-ray di bandara, keamanan lebih terjamin. Dulu ada palet-palet yang diizinkan lewat tanpa melalui pengecekan mesin x-ray karena keterbatasan alatnya," kata dia.

Soal tarif, Susie mengatakan belum ada pemberitahuan dari perusahaan ground handling untuk menaikkan tarif. Berarti untuk sementara ini akan menggunakan tarif normal. "Tetapi mungkin nantinya akan ada penyesuaian tarif, tetapi mereka akan bersaing menawarkan tarif yang kompetitif untuk menarik minat airlines," kata dia.

Hal senada ditegaskan Tengku Burhanuddin, Sekjen INACA."Terima kasih atas kebijaksanaan Dirjen yang telah mau mendengar aspirasi INACA," katanya.

Dia menambahkan dalam rapat Dirjen Udara dan Kadin pada akhir pekan diputuskan bahwa pelaksanaan RA tetap berlaku 16 Mei dengan semua warehouse operator di Bandara Soekarno-Hatta ditunjuk sebagai temporary RA tanpa dikenakan biaya. "Dengan demikian pemeriksaan keamanan kargo berjalan seperti biasa," kata Tengku.

Dia menambahkan kemanan kargo di pesawat udara memang penting sekali dan harus dijalankan, namun jangan sampai menghambat arus kargo dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi. "Security sebaiknya di koridor 1 di bandara," tutur dia.

(Bisnis Indonesia)








Jumat, 13 Mei 2011

Alasan China Tak Butuh Sertifikat FAA

|0 komentar
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - China nampaknya sudah sangat percaya diri dengan industi pesawat terbangnya. Salah satu produknya yang adalah pesawat tipe MA-60 yang dioperasikan maskapai Merpati Airlines.

Buktinya, China tak mendaftarkan pesawatnya ini untuk mendapatkan sertifikat dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika, ataupun European Aviation Safety Agency (EASA) Eropa, yang biasanya jadi patokan dunia untuk melabel ketangguhan pesawat.

MA-60 disertifikasi langsung oleh China sendiri. "Dari awal produksinya, China memang tidak berniat mengajukan validasi sertifikat tipe MA-60 ke FAA atau EASA," ujar staff ahli Bidang Regulasi dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Budhi M Suyitno saat ditemui di ruangannya, Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Menurut Budhi, pengalaman China yang sudah lebih dari 10 tahun tanpa ada kecelakaan udara, adalah bukti bahwa mereka sudah tidak butuh FAA dan EASA lagi.  palagi, industri roket China yang menjadi satelit hampir tidak pernah ada gangguan. "China ingin menjadi industri penerbangan kelas dunia," katanya.

Dengan fakta-fakta itu Budhi menilai sah-sah saja jika China bercita-cita menjadi kekuatan ketiga dalam industri pesawat terbang, setelah Amerika dan Eropa.

Terlebih, pasaran pesawat buatan Cina ini memang tidak banyak menyasar negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa, melainkan Afrika dan Asia. Selain Indonesia, sejumlah negara di kawasan Asia seperti Myanmar atau Kamboja, juga sudah menggunakan pesawat ini.

"Karena pemasaran mereka ditujukan ke negara-negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Mereka ingin menjadi kekuatan ketiga, dan itu sah-sah saja," katanya. 


Dwi Afrilianti - Okezone











Kronologi Lengkap Pengadaan MA60 Merpati

|0 komentar

Pesawat Merpati (airliners.net)

VIVAnews- Kecelakaan pesawat MA60 milik Merpati Nusantara Airlines (MNA) menimbulkan polemik yaitu terkait kecelakaan dan asal usul pembelian pesawat MA 60. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta menteri terkait yakni Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Menteri Perhubungan, menjelaskan hal itu.

Menteri BUMN Mustofa Abubakar menjelaskan kronologi pengadaan pesawat. Pengadaan 15 pesawat produksi Xi'an Aircraft International Company (XAC) itu terdiri dari beberapa tahapan pengadaan mulai 2002 hingga selesai 2010.

Tahapan itu terdiri dari tahap penjajagan, pematangan proses pengadaan, penyerahan dan penggunaan pesawat tahun 2007-2009, evaluasi harga dan perubahan kontrak, renegosiasi 2008-2010, dan terakhir tahap pembelian.

Berikut penjelasan Mustofa di Kantor Presiden, Kamis 12 Mei 2011.

Penjajakan pengadaan 15 Pesawat MA-60
1. Tahun 2002. XAC mulai mempromosikan produk MA-60.

2. Tahun 2005. Dalam The 7th International Indonesia-China Joint Commission Meeting on Economic Trade and Technical Cooperation di Beijing, China, pemerintah China bersedia menyediakan Concessional Loan (pinjaman dengan bunga rendah) untuk pengadaan pesawat MA-60.

3. 14 September 2005. Direktur Operasi PT MNA menyampaikan persyaratan pengajuan pembelian pesawat MA-60 kepada Kedutaan Besar China di Jakarta

4. 24 November 2005. Direktur Utama PT MNA menandatangani MoU antara PT MNA dengan XAC

Pematangan Pengadaan Pesawat MA-60 dan tindak lanjutnya
1. 3 Maret 2006. Dirut PT MNA menyampaikan permohonan persetujuan business plan kepada Menneg BUMN untuk ditindaklanjuti ke Bappenas dan Departemen Keuangan

2. 22 Mai 2006. Dirut PT MNA memohon persetujuan Menneg BUMN atas pemanfaatan fasilitas concessional loan dari Pemerintah China untuk pengadaan 15 unit MA-60 untuk proses lebih lanjut di Bappenas

3. 9 Mei 2006. Sertifikasi tipe validasi untuk MA-60 dari Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasional Pesawat Udara Dephub RI.
4. 7 Juni 2006. Penandatanganan Kontrak Pembelian antara PT MNA dengan XAC untuk pembelian 15 unit pesawat MA-60 dengan total nilai kontrak sebesar US$232.443.799
5. 27 September 2006. Dewan Komisaris PT MNA mendukung pengadaan 15 unit pesawat MA-60 melalui concessional loan. Menneg BUMN selanjutnya memberikan persetujuan tanggal atas pengadaan 15 unit pesawat MA-60 melalui concessional loan sebesar US$225 juta, jangka waktu 15 tahun, grace period 3 tahun dan bunga maksimal 3 persen per tahun.
6. 28 November 2006. PT MNA menandatangani MoU dengan XAC untuk penyewaan 1 sampai 3 pesawat MA-60.
7. 22 Mei 2007. Kepala Bappenas menyetujui pembiayaan pengadaan pesawat MA-60 dari SLA Loan senilai US$232.444.000, dan telah disetujui untuk dimasukkan ke dalam blue book 2006-2009.
8. 28 Juni 2007. Menneg BUMN mendukung Kepala Bappenas terkait rencana pengadaan 15 pesawat MA-60 melalui skim SLA Pemerintah China.
9. 5 Agustus 2008. Government Concessional Loan Agreement for The Procurement of Aircraft for National Airbridge Project ditandatangani antara Pemerintah RI melalui Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu dengan perwakilan pemerintah China dan Export-Import Bank of China.

Penyerahan Penggunaan Pesawat Tahun 2007 sampai dengan 2009
1. 28 Agustus 2007. Penyerahan pertama pesawat MA-60 (2 unit) dengan pola sewa operasional. Certificate of acceptance ditandatangani PT MNA pada tanggal yang sama
2. 13 Mei 2008. Direktur Pengelolaan Penerusan Pinjaman Depkeu menyampaikan kepada Direktur Pendanaan Luar Negeri Bilateral Kementerian PPN/Bappenas tentang indikasi kemampuan PT MNA dalam mengembalikan pinjaman SLA.
3. 19 Agustus 2008. XAC menyampaikan surat kepada Dirut PT MNA berasumsi bahwa Kontrak Penjualan efektif tanggal 5 Agustus 2008.
4. 8 Mei dan 12 Agustus 2009. Laporan hasil penggunaan 2 unit pesawat MA-60: "Terjadinya gangguan keretakan pada pemegang batang ekor vertikal pesawat (rudder).
Pihak XAC berdasarkan Laporan PT MNA telah mengubah proses produksi dari pengikat batang ekor vertikal termasuk mengganti material, dimana otoritas penerbangan sipil China mengesahkan perubahan tersebut dan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan (didokumentasikan dalam service bulletin).
5. 14 Agustus 2009. Dirjen Perhubungan Udara menyatakan kembali bahwa MA-60 yang sebelumnya di-grounded telah memenuhi persyaratan kelaikan udara berdasarkan service bulletin.

Evaluasi Harga dan Perubahan Kontrak Tahun 2005 sampai dengan 2006
1. 7 Juni 2006. Kontrak awal menyebutkan harga 1 unit pesawat MA-60 beserta peralatan pendukung (meliputi: airborne equipment, buyers optional equipment, training device dan crew and engineers training) adalah US$4,1 juta.

2. 2008. Hasil kajian Tim Restrukturisasi PT MNA yang dilakukan PT PPA, harga pesawat MA-60 berkisar antara US$11-12,5 juta dollar.

3. 4 September 2008. Dirut PT MNA menyampaikan arahan Wapres RI kepada Menkeu dan Kepala Bappenas bahwa perlu dilakukan perubahan dari government to government (g to g) Loan Agreement berdasarkan skema jual beli menjadi G to G Loan Agreement dengan skema sewa (leasing) untuk pengadaan pesawat MA-60.

4. 27 Agustus 2008. XAC menyatakan Purchase Contract telah berlaku efektif, tidak dapat mengubah bentuk kerja sama pengadaan pesawat semula jual-beli menjadi sewa, dan kesiapan XAC untuk menyerahkan 13 pesawat lainnya.

5. 8 September dan 12 September 2008. Bank Exim China menyampaikan surat kepada Menkeu dan Wapres RI meminta agar mempercepat proses SLA untuk pengadaan 15 pesawat MA-60

6. 24 September 2008. Menteri BUMN mengirim surat kepada Menko Perekonomian, Menkeu, dan Kepala Bappenas menyampaikan untuk melakukan Tim Negosiasi termasuk merenegosiasi harga dan jaminan keandalan pesawat, serta mengusulkan komposisi SLA 50 persen dan tambahan PMN 50 persen

7. 16 Oktober 2008. XAC mengirimkan surat kepada PT MNA agar PT MNA menghentikan operasi 2 pesawat MA-60. Jika sampai 5 November 2008 tidak memberikan tanggapan, XAC akan mengajukan arbitrase ke SIAC

Renegosiasi tahun 2008 sampai 2010
1. 13 November 2008. Tim Restrukturisasi PT MNA menyampaikan surat kepada XAC tentang kondisi PT MNA dan meminta agar dilakukan perubahan terms and conditions yang memungkinkan bagi PT MNA mengoperasikan pesawat MA-60.

2. 14 November 2008. XAC menyatakan kepada Tim Restrukturisasi bahwa 13 pesawat MA-60 siap dikirim dan sudah 4 bulan diparkir.

3. 16 Desember 2008, 19 Maret 2009, 15 April 2009, dilaksanakan negosiasi ulang antara tim Pemerintah China dan tim restrukturisasi PT MNA.

4. 24 April 2009. Laporan Hasil Negosiasi dari Ketua Tim Restrukturisasi PT MNA kepada Menko Perekonomian/Menkeu, Menneg BUMN, dan Menteri Perdagangan:

a. Tim Restrukturisasi PT MNA meminta delivery time dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah pilot (5 unit di Mei 2009, masing-masing 2 unit di Juni dan Juli 2009, serta masing-masing 1 pesawat per bulan dari Agustus hingga November 2009). Tim Pemerintah China menyetujui pengiriman pesawat MA-60 paling lambat sampai dengan akhir September 2009).

b. Tim Restrukturisasi PT MNA meminta biaya pengadaan pesawat diturunkan sebesar US$68 juta untuk menjamin keberlanjutan PT MNA, karena harga jual pesawat MA-60 kepada pemerintah RI dinilai terlalu mahal. Tim Pemerintah China bersedia mengirimkan surat kepada Menkeu tentang pernyataan harga yang diberikan kepada PT MNA adalah harga yang paling baik.

c. Tim Restrukturisasi PT MNA mengusulkan kemungkinan pinjaman diberikan dalam fixed rate nilai tukar Yuan-Rupiah. Tim Pemerintah China mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pinjaman dari 15 tahun menjadi 20 tahun.

d. Tim Restrukturisasi PT MNA meminta Tim Pemerintah China mengeluarkan perfomance and buyback guarantee terkait kinerja pesawat dalam masa pengoperasikan dan buyback price. Tim Pemerintah China tidak menyetujui usulan long life perfomance guarantee karena tidak sesuai dengan standar internasional maupun industri penerbangan.

5. 26 Agustus 2009. Persetujuan Menneg BUMN atas business plan dan restrukturisasi utang perusahaan.

6. 23 Maret 2010. Surat Deputi Bidang Usaha Logistis dan Pariwisata a.n. Menteri Negara BUMN kepada Kepala BPKP yang meminta BPKP melaksanakan compliance audit
atas proses pengadaan pesawat MA-60.

7. 9 April 2010. Laporan Hasil Audit BPKP, dengan pokok-pokok rekomendasi:
a. Mengusulkan untuk melakukan negosiasi ulang tentang harga kontrak
b. Mengusulkan agar meminta jaminan atas kerusakan yang belum diketahui saat ini dan diperkirakan akan terjadi dalam 5 sampai dengan 10 tahun mendatang.
c. Memastikan side letter to purchase contract of MA-60 aircraft menjadi bagian tidak terpisahkan dari kontrak.

8. 16 April 2010. Amandement to Purchase Contract of MA-60 Aircraft antara PT MNA dan XAC, dengan pokok-pokok sebagai berikut:
a. XAC bertanggung jawab penuh dan memberikan garansi atas spare part dan komponen pesawat MA-60 serta airworthiness certification selama 25 tahun sejak tanggal delivery.
b. XAC memberikan garansi buyback pesawat sesuai dengan nilai sisanya apabila pesawat MA-60 dihentikan pengoperasiannya yang disebabkan karena kegagalan desain atau proses fabrikasi dan tidak dapat diperbaiki oleh XAC.
c. Harga pesawat per unit menjadi 11,206 dollar AS ditambah buyers optional equipment 800.000 dollar AS sehingga total menjadi 12,006 juta dollar AS per unit.
d. Side letter to Purchase Contract of MA-60 Aircraft (28 Januari 2010) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Amandemen Kontrak Pembelian tersebut.

9. 7 April 2010. MoU antara PT MNA dan PT Dirgantara Indonesia dan XAC:
a. Antara PT MNA dan XAC, disepakati PT MNA menjadi satu-satunya yang melakukan pemeliharaan dan perbaikan untuk regional melalui Merpati Maintanance Facilities (MMF).
b. Kedua belah pihak juga setuju untuk menggunakan simulator yang disediakan oleh XAC kepada PT MNA (free of charge) untuk training pilot dan engineers maintanance untuk industri aviasi Indonesia dan operator MA-60 di Indonesia dan regional
c. Antara XAC dan PT DI, kerja sama riset dan pengembangan, pembangunan dan pemasaran turboprop 50-60 seater produk China dan turboprop 21-44 seater produk PT DI.
d. XAC menyetujui menjadikan PT DI sebagai preferred list supplier simulator untuk MA-60.
e. Pertukaran tenaga ahli dari kedua belah pihak
f. PT DI menawarkan kepada XAC untuk service overhaul mesin MA-60

10. 22 Maret 2010. Menteri BUMN meminta Menhub untuk meminta dilakukan inspeksi teknis terhadap proses produksi pesawat MA-60 di XAC factory.

11. 7 April 2010. Menhub menyampaikan kepada Menteri BUMN bahwa kegiatan sertifikasi tipe validasi telah dilakukan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemhub, dengan dikeluarkannya tipe certificate validation No. AO66 tanggal 11 Mei 2010, Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil telah sejalan dengan ketentuan-ketentuan organisasi penerbangan sipil internasional.

12. 16 April. Pemegang saham PT MNA (Menteri BUMN dan PT Garuda) menyetujui penerusan pinjaman untuk pengadaan MA-60.


• VIVAnews







Popular Posts