NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini


Minggu, 05 Juni 2011

Lion Air Telantarkan Penumpang

|0 komentar
TANGERANG, KOMPAS.com — Penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-770 tujuan Jakarta-Manado sangat kecewa karena pesawat batal mendarat di Manado, Sabtu (4/6/2011) pukul 22.00 WIB.

Kekecewaan mereka semakin bertambah karena sampai dengan Minggu (5/6/2011) pukul 01.30 WIB mereka ditelantarkan di Bandara Hasanuddin, Makassar.

Tak ada pelayanan sama sekali dari pihak Lion Air, termasuk kepastian kapan penumpang akan diberangkatkan ke Manado. Jangankan kompensasi penginapan sesuai aturan penerbangan, makanan dan minuman pun tak diberikan. Kami hanya mendapat sepotong roti dan lapis legit sewaktu di Bandara Soekarno-Hatta karena delay, kata Karen Martina (20) kepada Kompas.com melalui saluran telepon, Minggu pukul 01.35 WIB.

Menutur Martina, tak ada satu pun petugas dari Lion Air yang mendampingi penumpang yang telantar sehingga mereka bingung mau memprotes ke mana. Martina dan penumpang lainnya sangat menyayangkan kejadian ini akibat buruknya pelayanan Lion Air.

Mulai dari penundaan keterlambatan pemberangkatan yang seharusnya pukul 18.00 menjadi pukul 19.00 WIB. Akibatnya, pesawat terlambat tiba di Bandara Sam Ratulangi, Manado, yang sudah telanjur tutup operasional penerbangan.

Ini tidak adil, penumpang terlambat lima menit saja, tidak ada kompromi. Giliran mereka (pihak Lion Air) yang buat kesalahan malah lepas tanggung jawab, jelas Martina.

Saat ini, kata Martina, sebagian penumpang tidur-tiduran di bangku ruang tunggu Pintu 5 bandara tersebut. Sebagian lagi terpaksa menahan kantuk karena menjaga barang bawaan mereka.

Kami tidak tahu bagaimana nasib kami karena di layar monitor sama sekali tidak ada jadwal penerbangan Lion Air ke Manado untuk hari Minggu ini, keluh Martina.

Kekecewaan yang sama juga dirasakan oleh Budi Tangkeri, paman Karen, yang sudah siap menjemput keponakannya di Bandara Sam Ratulangi, Manado, sejak pukul 22.00 Wita.

Saya juga tidak tahu harus menjemput jam berapa lagi karena telepon terakhir dengan keponakan saya, pukul 02.00 Wita, tidak ada kepastian kapan mereka diberangkatkan. Ini sangat tidak profesional, kata Budi kepada Kompas.com melalui saluran telepon.................................

Sumber: Kompas.Com
Berita Lengkap: http://megapolitan.kompas.com/read/2011/06/05/02001715/Lion.Air.Telantarkan.Penumpang  

Butuh Penerbangan Langsung Eropa-Medan

|0 komentar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Medan terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan event akbar Sumatera Internasional Travel Fair (SITF) 2011, yang digelar di Tiara Convention Center, 3-5 Juni 201. Sejumlah perusahaan penerbangan, perhotelan, dan travel agent ikut ambil bagian untuk memperkenalkan produk dan layanan prima kepada pengunjung yang akan berlibur ke Sumatera.

Kami ingin mengenalkan dan menonjolkan pariwisata di Sumatera. Sumatera juga tidak kalah dengan kawasan lain. Event ini akan lebih mengutamakan bagaimana kontribusi hotel tidak hanya dipelayanan, tetapi juga harga yang bersaing, kata Public Relation Sumatera Internasional Travel Fair 2011, Afwandi kepada wartawan, Jumat (3/6).

Afwandi menjelaskan, event yang mereka laksanakan sudah dilaksanakan sebanyak enam kali dan kali terakhir dilaksanakan di Padang.

Kita semua berkeinginan bagaimana agar Sumatera tidak hanya dikunjungi wisatawan domestik tetapi juga mancanegara. Peserta yang ikut dalam event ini tidak hanya dari Sumatera Utara, tapi juga dari Sumatera, ujar Afwandi.

Terkait mengapa fokus kegiatan lebih dominan mengundang travel agent dan perusahaan perhotelan, Afwandy mengaku agar kedua bidang usaha ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pariwisata Sumatera..............................

Sumber: Tribun Medan
Berita Lengkap: http://medan.tribunnews.com/2011/06/04/butuh-penerbangan-langsung-eropa-medan

2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari, Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares',

|0 komentar
VIVAnews - Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.

Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physicists telah membuat perangkat untuk mendekati Matahari, untuk menelitinya sedekat mungkin. Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke Matahari.

Ide pertama mengirimkan pesawat ruang angkasa ke Matahari berasal dari komunitas ilmuwan Rusia pada tahun 1970 (di masa Brezhnev). Namun, di awal proyek pertama itu, pesawat tanpa awak itu secara teknis dinilai tidak layak.

Kini para ahli dari Institute of Terrestrial Magnetism, Ionosphere and Radio Wave Propagation atau Pushkov (IZMIRAN), Physics Institute of the Academy of Sciences (FIAN) dan peneliti lainnya, sedang bekerja untuk menyelesaikan proyek Interhelioprobe. Direktur Lembaga Studi Luar Angkasa dengan Akademisi Ilmu Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony, mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa mendekati Matahari pada ketinggian 10-12 solar radii.

Dengan jarak sedekat itu, ancaman bahaya memang akan muncul. Selain bahaya overheating, juga bahaya penguapan sinar di bawah Matahari yang bisa menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.

Oleh karena itu, yang akan menjadi prioritas adalah mengembangkan perisai panas yang mampu menahan suhu sampai 600 derajat Celcius. Nantinya, bahan perisai itu akan dibuat dari bahan tungsten, molybdenum, dan bahan tahan api lainnya.

Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares', kata Vladimir Kuznetsov, Direktur IZMIRAN. Yang paling penting juga untuk mempelajari siklus Matahari dan dinamo Matahari, karena sampai hari ini kami masih tidak dapat memprediksi awal dan amplitudo siklus ini.

Menurut Kuznetsov, jika mampu mempelajari serta memprediksi siklus Matahari, akan memungkinkan untuk mengurangi dampak bahaya bagi Bumi.

Selain Rusia, proyek serupa juga dilakukan di negara lain. Ilmuwan Eropa yang bekerja untuk Solar Orbiter juga tengah meneliti Matahari dari jarak 60 solar radii (jarak ini sedikit lebih dekat dari orbit Merkurius). American Solar Probe akan mendekati Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari permukaan.

Namun, Solar Orbiter baru akan diluncurkan pada 2017, dan Solar Probe pada tahun 2018.....................................

Sumber: VivaNews
Berita Lengkap: http://teknologi.vivanews.com/news/read/224519-rusia-mungkin-yang-pertama-mencapai-matahari

TNI AU Kekurangan Radar Pemantau Pesawat

|0 komentar
JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pertahanan mengindentifikasi, bahwa TNI Angkatan Udara masih kekurangan radar untuk memonitor pesawat-pesawat yang masuk ke wilayah Indonesia. Jumlah radar yang ada sekarang masih jauh di bawah ideal, yakni 21 unit dari ideal kebutuhan 42 unit.

Saat ini jumlah radar yang telah dimiliki baru mencapai 21 unit, sementara idealnya untuk menjaga wilayah Indonesia mencapai 42 unit, kata Dirjen Perencanaan Pertahanan (Renhan) Kementerian Pertahanan Marsekal Muda TNI Bonggas S Silaen, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia mengatakan, radar untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah cukup memadai, sementara untuk wilayah selatan seperti Sulawesi hingga Papua masih kurang. Saat ini, Kemhan terus menyiapkan pengadaan radar untuk melakukan pemantauan wilayah-wilayah Indonesia yang sangat luas ini.

Pada tahun ini, Kemhan akan menyediakan sekitar empat unit radar untuk ditempatkan di empat lokasi, antara lain, Jayapura, Manokwari, dan Tual (Maluku Tenggara), ujar Silaen.

Silaen memaparkan untuk menyediakan satu unit radar membutuhkan biaya yang cukup besar, yakni sekitar 30 juta dolar AS. Untuk empat unit radar ini, disiapkan dana sekitar 114 juta dolar AS. Jadi, harga satu unit radar sekitar 30 juta dolar AS, jelas dia.

Ia menambahkan untuk mengatasi kekurangan radar dalam melakukan pengawasan udara, maka TNI AU bekerja sama dengan penerbangan sipil. Jatuhnya sebuah pesawat yang ditemukan beberapa waktu lalu merupakan hasil kerja sama dengan penerbangan sipil, kata Silaen.

Kesiapan Alutsista

Sementara itu, Kemhan juga mengidentifikasi kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki oleh TNI masih di bawah rata-rata 50 persen. Jumlah dan kualitas alutsista yang ada masih minim, baik dari segi umur maupun teknologi, kata Silaen.

Menurut dia, persenjataan yang dimiliki TNI saat ini rata-rata berusia 25 hingga 40 tahun dengan kesiapan persenjataan untuk TNI Angkatan Darat sekitar 35 persen, TNI Angkatan Laut sekitar 30 persen dan TNI Angkatan Udara sekitar 30 persen.

Itu merupakan persiapan persenjataan tahun 2005, namun saat ini naik tidak tinggi. Kesiapan persenjataan disebabkan oleh kurangnya anggaran, katanya...............................

Sumber: Suara Karya
Berita Lengkap: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=280085

Penumpang Garuda Rute Denpasar-Osaka Meningkat

|0 komentar
OSAKA--MICOM: PT Garuda Indonesia (Persero) berhasil mencapai seat load factor (tingkat keterisian penumpang) hingga sekitar 80% untuk rute penerbangan Denpasar-Osaka, Jepang, yang terjadwal setiap hari.

Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan masa tiga tahun silam, seat load factor Garuda untuk rute tersebut hanya berkisar 60%.

Menurut General Manager Garuda di Osaka, Asa Perkasa, hal utama yang mendorong peningkatan itu adalah beralihnya destinasi liburan sebagian warga Negeri Matahari Terbit itu dari Korea dan China yang dinilai terlalu mahal.

Sejak tahun lalu masyarakat Jepang dihadapkan pada kenyataan bahwa perekonomian mereka tidak tumbuh seperti diharapkan. Apalagi setelah ada bencana tsunami. Kini banyak orang Jepang lebih memilih Bali dan daerah sekitarnya sebagai daerah tujuan liburan mereka. Tidak lagi ke China atau Korea, kata Asa di Osaka, Jumat (3/6).

Namun, Garuda juga diuntungkan sejak maskapai Japan Airlines (JAL) tidak lagi menerbangi rute Denpasar-Osaka mulai tahun lalu. Ketika JAL masih melayani rute tersebut, tingkat seat load factor Garuda tidak pernah beranjak dari 60%.

Setelah JAL menghapus jalur Denpasar Osaka, Garuda pun mulai menambah jumlah penerbangan. Jika sejak 1995 Garuda hanya melayani rute Denpasar-Osaka lima kali penerbangan setiap pekan, sejak Oktober 2010 jalur tersebut diterbangi setiap hari oleh pesawat Garuda jenis Airbus A320.

Kami berharap Juni tahun ini, situasi (perekonomian Jepang) diharap kembali normal sehingga Garuda dapat meraup lebih banyak lagi penumpang untuk rute tersebut. Maklum kami memang menjual destinasi, ujar Asa seraya menambahkan bahwa mayoritas penumpang Garuda ke Bali adalah wisatawan.

Asa memaparkan selain rute Denpasar-Osaka, Garuda juga melayani jalur Denpasar-Tokyo, Jakarta-Tokyo, dan Denpasar-Nagoya. Untuk rute Denpasar-Tokyo dan Jakarta-Tokyo, Garuda bersaing dengan dua maskapai Jepang yakni JAL dan All Nippon Airlines (ANA).

Untuk rute Denpasar-Nagoya, Garuda juga bermain sendiri seperti halnya jalur Denpasar-Osaka. Namun, tingkat seat load factor Denpasar-Nagoya baru sekitar 70%, tambah Asa.

Sebelum bencana tsunami, Tokyo menjadi pasar potensial bagi maskapai penerbangan karena menjadi daerah tujuan bisnis para pengusaha Tanah Air. Tetapi pasca-bencana tsunami, banyak pengusaha mulai mengalihkan tujuan bisnisnya ke Osaka dan sekitarnya.

Untuk mempertahankan seat load factor, manajemen Garuda di Osaka juga mulai membidik calon penumpang yang potensial seperti tenaga kerja Indonesia di Jepang dan mahasiswa.

Tahun ini kami berhasil menggaet sekitar 3.000 tenaga kerja Indonesia yang sudah meneken kontrak dengan agen di Jepang. Kami juga sudah mendapatkan calon penumpang, yakni para perawat dari Indonesia yang akan segera bekerja di Jepang, ungkap Asa.

Tidak hanya para wisatawan, tenaga kerja, dan mahasiswa yang menjadi target potensial bagi Garuda. Pasar kargo pun menjadi garapan yang tidak kalah seriusnya. Saat ini, Garuda perwakilan Osaka berhasil mendapatkan order untuk mengangkut komoditas ikan tuna sebanyak 300 ton setiap bulan.

Jumlah ini akan terus bertambah mengingat produk ikan laut Indonesia cukup disukai oleh konsumen di Jepang, tutur Asa...................................

Sumber: Media Indonesia
Berita Lengkap: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/03/231188/21/2/Penumpang-Garuda-Rute-Denpasar-Osaka-Meningkat

Maskapai Penerbangan Asia Ramai-ramai Beli Pesawat Baru

|0 komentar
Jakarta - Air China Ltd, Cathay Pacific Airways Ltd, dan Singapore Airlines Ltd tengah menambah pesawat terbang di tengah tingginya permintaan perjalanan di Asia sementara maskapai Eropa memangkas penerbangan karena tingginya harga bahan bakar.

Kantor berita Bloomberg Jumat (3/6/2011) menulis perusahaan penerbangan di Asia dan Pasifik akan melampaui maskapai Amerika Utara dan Eropa dalam satu dekade untuk menjadi yang terbesar di dunia, menurut Ascend, kantor yang menyediakan analisa penerbangan.

Hal ini terjadi karena pesatnya pasar perjalanan via udara di China. Hal kontras terjadi pada Ryanair Holdings Plc dan Delta Air Lines Inc yang sedang memotong layanan terbang karena tingginya harga bahan bakar dan rendahnya permintaan terbang.

"Ekonomi yang kuat sangat mendorong lalu lintas (penerbangan) di Asia," kata Kepala Asosiasi Penerbangan Internasional Giovanni Bisignani. Asosiasi tersebut akan memulai pertemuan pada 6 Juni 2011.

Maskapai penerbangan Asia dan Pasifik akan menerima 37 persen dari total pesawat baru dalam satu dekade, menurut Ascend. Sumbangan Amerika Utara akan berkurang dari 35 menjadi 27 persen dalam kurun waktu yang sama.

"Diperlukan hal drastis untuk mengambil momentum dari Asia," kata Direktur Ascend Eddy Pieniazek.

Ekonomi China akan tumbuh 9,6 persen tahun ini sementara ekonomi India akan tumbuh 8,2 persen, menurut Dana Moneter Internasional (IMF)....................................

Sumber: TO:DAY
Berita Lengkap: http://today.co.id/read/2011/06/03/36163/maskapai_penerbangan_asia_ramairamai_beli_pesawat_baru

Inilah 3 Masalah Industri Penerbangan RI

|0 komentar
JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengatakan ada sejumlah masalah yang harus ditangani pemerintah untuk membangun industri penerbangan di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Salah satunya adalah pendanaan.

Kelemahan pendanaan. Pemerintah harus mempunyai keinginan membangun model pendanaan di bidang aviasi, ungkap Sekjen PII Heru Dewano dalam keterangan tertulis yang diterima okezone di Jakarta, Jumat (3/6/2011).

Kedua, yang tidak kalah penting adalah terkait dengan masalah keselamatan. Dalam hal ini pemerintah, menurutnya harus melakukan sertifikasi terhadap pesawat yang ada di Indonesia.

Kedua, kelemahan dibidang keselamatan. Jaminan keselamatan penerbangan adalah faktor yang sangat penting. Dalam hal ini, peran pemerintah perlu melakukan sertifikasi pesawat dan mengembangkan infrastuktur transportasi udara, jelasnya lagi.

Ketiga adalah adanya kelemahan dalam Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, jumlah orang-orang yang bergabung dalam industri kedirgantaraan jumlahnya semakin berkurang.

Di mana industri kedirgantaraan selama ini berpacu pada semakin berkurangnya SDM. Contohnya, di awal jumlah karyawan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebanyak 16 ribu karyawan, namun saat ini hnya 3.500 karyawan dan 888 sebagai teknisi penerbangan, kata Heru.

Sebenarnya, Industri penerbangan nasional berpotensi untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Yang dibutuhkan untuk itu adalah keinginan, kepemimpinan serta keberpihakan dan perhatian serius dari pemerintah.

Industri penerbangan nasional berpotensi untuk dikembangkan menjadi lebih maju di masa mendatang.............................

Sumber: OkeZone

Popular Posts