NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini


Selasa, 01 Mei 2012

Inilah Yang Terjadi Saat Kita Nonton Film Porno

|0 komentar
Saat menonton film porno, aliran darah bergerak ke bagian lain dari otak yang dapat membangkitkan gairah seksual.

Apa bedanya saat kita membaca teks di komputer dan saat menonton film porno? Ketika membaca atau mengetik sesuatu di komputer, kita harus menatap ke layar dengan cermat agar tidak salah baca atau salah ketik. Namun ketika Anda menonton adegan film porno, Anda tidak mengamatinya begitu teliti karena Anda sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi. Aliran darah justru bergerak ke bagian lain dari otak yang dapat membangkitkan gairah seksual, sehingga Anda tak mementingkan lagi detail visualnya.

Demikianlah hasil penelitian dari University of Groningen Medical Center di Belanda. Disebutkan para peneliti, melalui scanning otak terlihat bahwa nonton film porno bisa memadamkan korteks visual utama, bagian dari otak yang memproses informasi optik yang masuk. Jika nonton film atau tontonan lain meningkatkan aliran darah ke korteks visual utama, nonton film porno justru mengurangi aliran darah ke area tersebut, dan beralih ke bagian lain dari otak yang berkaitan dengan nafsu seksual.

"Jika Anda menatap komputer dan Anda harus menulis sesuatu atau apa, Anda harus menatap secara spesifik dan hati-hati mengenai apa yang Anda lakukan, karena jika tidak artinya Anda membuat kesalahan," ujar Gert Holstege, peneliti dan ahli neurologi dari universitas tersebut. "Namun ketika Anda menonton film porno, hal itu tidak dibutuhkan, karena Anda tahu persis apa yang sedang terjadi. Tidak penting lagi apakah pintunya hijau atau kuning."

Sebanyak 12 perempuan heteroseksual terlibat dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine ini. Pada saat itu mereka semua menggunakan alat kontrasepsi hormonal, yang meringankan perubahan siklus bulanan ke libido dan nafsu seksual. Para perempuan ini diminta menonton tiga video; dua video menampilkan adegan erotis, dan video ketiga merupakan film dokumenter tentang kehidupan laut Karibia.

Saat mereka menonton, aktivitas otak mereka dimonitor melalui scan PET (positron emission tomography). Alat ini mendeteksi perubahan dalam kadar radioaktivitas berdasarkan jumlah aliran darah ke beberapa area otak. Hasil scanning menunjukkan berkurangnya aliran darah ke korteks visual utama ketika para perempuan menonton video erotis intensitas tinggi, menunjukkan bahwa otak kurang berfokus pada proses stimulasi visual dan lebih berkonsentrasi pada nafsu seksual.

"Perlu Anda ketahui, otak ingin menyisihkan energi sebanyak mungkin, jadi jika beberapa bagian otak tidak diperlukan untuk berfungsi pada tingkat tinggi, akan langsung padam," ujar Holstege.

Otak, menurutnya, bisa terangsang atau cemas, tapi kedua hal itu tak bisa terjadi dalam waktu bersamaan. Rasa cemas sangat berkurang pada otak ketika terjadi orgasme, tidak heran perempuan dengan libido yang rendah kerap memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Di lain pihak, scanning ketika perempuan diperlihatkan petunjuk visual yang berbahaya akan langsung memengaruhi tingkat fokus pada nafsu seksual.

Studi melalui scanning ini menyimpulkan hubungan antara kecemasan dengan disfungsi seksual, dan bahwa rasa aman diperlukan untuk menghasilkan rangsangan.

"Kalau Anda berada dalam situasi berbahaya, apapun alasannya, Anda tidak memiliki perasaan seksual, karena Anda harus bertahan untuk diri Anda," lanjutnya. "Jika pria ingin berhubungan seks, ia harus memberikan situasi yang aman untuk wanita. Itulah yang hal terpenting yang Anda inginkan."

Sumber: NineMSN

Komunitas Kawin Campur Terus Berjuang

|0 komentar
Banyak problematik dalam perkawinan campuran terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Fatma Said Bawahab (63) tampak bahagia menggendong Abigail Nuria (3 bulan), cucu dari putrinya, Nesya Hughes (36). Sang cucu adalah generasi ketiga dari perkawinan campur. Dua paspor, Indonesia dan Australia, diperlihatkan Nesya dengan wajah semringah.

Komunitas Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia atau PerCa Indonesia akhir Maret lalu menggelar pertemuan rutin di rumah Etty Hawes, salah seorang anggota, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Bersamaan dengan itu, ada dua momen bahagia yang dirayakan, yakni kelahiran Abigail dan syukuran pelepasan kewarganegaraan Perry Shahid Pervez. Ayah dua anak ini semula berkewarganegaraan Pakistan, dan setelah 25 tahun tinggal di Indonesia, ia memutuskan untuk menjadi warga negara Indonesia.

Hari itu, Perry membawa kue cokelat dengan hiasan bendera Pakistan. "Hari ini adalah National Day Pakistan, dan ini terakhir kali saya merayakannya karena telah pindah kewarganegaraan," kata Perry dengan wajah bahagia.

PerCa Indonesia tak sekadar perkumpulan komunitas perkawinan campur biasa. Komunitas yang terbentuk sejak tahun 2008 dengan sekitar 250 anggota ini bukanlah perkumpulan untuk bersenang-senang atau arisan. Namun, lebih dari itu, komunitas ini berupaya mengambil peran strategis dalam bermasyarakat demi memperjuangkan hak-hak sebagai warga negara (Indonesia). Sebab, betapa rumitnya persoalan sebagai warga negara yang harus dihadapi dalam keluarga perkawinan campur.

Kebijakan pemerintah untuk membuka ruang bagi kewarganegaraan ganda, misalnya, merupakan salah satu yang begitu disyukuri PerCa. Melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI, seorang anak hingga usia 21 tahun boleh memiliki dua kewarganegaraan. Hal ini tentu saja memudahkan keluarga dari perkawinan campur.

"Banyak problematik dalam perkawinan campuran terkait dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita ingin ada perkumpulan yang memberi hasil nyata dan bisa menjadi sumbangsih dalam memperbaiki hal-hal yang kurang sempurna," kata Rulita Anggraini, Ketua Umum PerCa.

Berkat ketekunan dan kekompakan anggotanya pula, PerCa tahun 2010 berhasil menggulirkan perundangan keimigrasian yang baru pada April 2011. Makan waktu nyaris setahun bagi PerCa untuk mengawal pembahasan rancangan perundangan tersebut di Dewan Perwakilan Rakyat. Melalui perundangan keimigrasian yang baru, UU Nomor 6 Tahun 2011 itu, salah satu masalah keimigrasian, yakni izin tinggal bagi WNA dalam keluarga dari perkawinan campur, dapat terlindungi.

"Dulu saban saya harus mengurus perpanjangan visa demi untuk berkumpul bersama suami di sini, perundangan yang lama belum mengenal konsep semacam permanent resident yang memudahkan keluarga perkawinan campur bisa berkumpul selayaknya keluarga pada umumnya," tutur Nesya Hughes, yang berkewarganegaraan Australia, dan menikah dengan Marvin, WNI.

Dengan perundangan yang baru itu, keluarga dari perkawinan campur yang berkewarganegaraan asing dapat memiliki izin tinggal tetap atau kartu izin tinggal tetap sesuai Pasal 54 dan 59 selama 5 tahun dan bisa diperpanjang. Sementara sebelumnya mereka hanya boleh memiliki kartu izin tinggal terbatas (kitas). Dengan demikian, perundangan tidak lagi memperlakukan izin tinggal WNA yang menikah dengan WNI sama seperti WNA yang berkunjung untuk wisata atau bekerja.

Dahulu, mengurus kitas pun sebagian keluarga perkawinan campur pun kerap menemui birokrasi yang rumit sehingga terpaksa menggunakan pihak ketiga yang disebut sebagai agen. Tentu saja biayanya melonjak berlipat-lipat, bahkan hingga Rp 12 juta. Padahal, tarif resmi tak lebih dari Rp 1,2 juta. "Saya pernah ditipu agen yang mengurus kitas, uang Rp 2,5 juta dibawa kabur," cerita Fatma, nenek dari Abigail.

Memulihkan hak
Salah satu yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi PerCa saat ini adalah berupaya mencari solusi legal terhadap masalah kepemilikan aset. Selama ini, merujuk perundangan agraria Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 21, WNI yang menikah dengan WNA kehilangan haknya sebagai warga negara untuk memiliki aset. Contoh konkretnya, seorang WNI tidak lagi bisa memiliki rumah dengan sertifikat hak milik, tetapi hanya hak pakai, yang statusnya bahkan di bawah hak guna. Hal ini tentu menjadi kendala telak bagi si WNI ketika harus berurusan dengan pihak perbankan dalam rangka mengajukan agunan.

"Namun, kami sangat setuju dan mendukung kebijakan pemerintah yang mengatur bahwa WNA tidak diizinkan punya bagian dalam status hak milik atas tanah atau properti di Indonesia dalam kaitannya dengan tujuan perlindungan wilayah negara," tandas Rulita.

Dengan demikian, yang ingin diperjuangkan PerCa saat ini adalah pemulihan hak kepemilikan aset oleh WNI yang menikah dengan WNA, bukan memperjuangkan agar pasangan yang WNA dapat memiliki aset di Indonesia. Upaya ini tentu saja berkaitan dengan perundangan agraria. Untuk itu, PerCa masih menggodok solusi yang ingin ditawarkan kepada pemerintah.

"Selama ini, WNI yang menikah dengan WNA bisa memiliki aset (dengan hak milik) asalkan sebelum menikah membuat perjanjian pranikah yang bersifat sukarela. Cara demikian pun tidak diinformasikan ketika pasangan kawin campur hendak menikah. Sedikit sekali pasangan yang mengetahui hal itu. Belum lagi, perjanjian semacam itu tidak lazim dalam tradisi kita," ujar Rulita.

Selain mengambil peran strategis dalam memperjuangkan hak, PerCa juga berperan dalam advokasi, sosialisasi (peraturan), dan konsultasi bagi keluarga perkawinan campur. Semua itu demi dapat menikmati kehidupan berkeluarga secara lazim dan tenteram di tanah air Indonesia....

Sumber: Kompas Cetak

Gurihnya Ayam Kampung dengan Panorama Sawah

|0 komentar

Saung Ibu Nia di Garut, Jawa Barat

Saung-saung di atas kolam ikan sepertinya menjadi ciri khas rumah makan di daerah Garut. Salah satu rumah makan yang menampilkan suasana tersebut adalah RM Saung Ibu Nia.

Rumah makan ini terletak di Jalan Raya Garut-Tasik Km 10.5 Cilawu, Garut, Jawa Barat. Menu-menu yang bisa dipesan pun seputar ikan bakar dan aneka tumisan sayur.

Namun, menurut pelayan di Saung Ibu Nia, menu yang paling dicari tamu adalah ayam kampung bakar atau goreng. Akhirnya, siang itu (Kamis, 12/4/2012) saya pun memesan ayam kampung yang dimaksud.

Ayam kampung telah direndam bumbu kuning dan diungkep sebentar. Baru kemudian digoreng dengan bumbu untuk menghasilkan kremes. Rasanya, memang layak sebagai menu favorit.

Daging ayam lembut dan begitu lengas. Bumbu pun begitu meresap hingga menimbulkan sensasi gurih yang berpadu apik dengan sari pati daging. Pihak Saung Ibu Nia mengaku rasa gurih tersebut alami, alias tidak menggunakan vetsin.

Sebagai pendamping ayam, bisa pilih aneka tumisan sayuran. Salah satunya tumis sayur genjer. Sayur genjer ditumis dengan sedikit kecap untuk memberi rasa manis. Ditumis tak terlalu matang sehingga tetap renyah dan liat.

Coba juga Semur Kacang Ungkep dengan rasa manis selintas bercampur gurih. Tekstur kacang masih terasa empuk, namun garing di luar. Tak terlupa sambal tomat sebagai pelengkap. Harga menu makanan pun relatif terjangkau, misalnya ayam kampung diberi harga Rp 15.000 – Rp 18.000 tergantung besarnya potongan ayam.

Pengunjung pun tak sekadar membeli makanan, namun juga "membayar" suasana. Ya, makan di tengah saung dengan panorama sawah dan latar belakang panggung.

(kompas.com)

Kemenhub Desak Pembangunan Bandara di Bali Utara

|0 komentar
 
Wisatawan menuju pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (11/4/2012). Garuda Indonesia akan terus meningkatkan layanan untuk mendukung program pemerintah Indonesia untuk mendatangkan satu jiwa wisatawan China ke Indonesia pada 2014.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendesak pembangunan bandar udara di Bali bagian utara untuk mengatasi pertumbuhan penerbangan menuju Pulau Dewata itu yang mencapai 20 persen per tahun.

"Kami menyiapkan kawasan Bali utara untuk bandara yang sangat mendesak untuk dibangun karena penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kuta, sekarang saja sudah 12 juta orang per tahun. Pada 2017 bisa mencapai 20 juta orang," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti di Denpasar, Selasa (1/5/2012).

Dalam diskusi pariwisata bertajuk "Akses Udara Ke Bali, Peluang dan Tantangan" itu Herry mengemukakan bahwa jika pertumbuhan ekonomi Bali bisa dipertahankan 6,5 persen seperti sekarang atau bahkan ditingkatkan, maka pertumbuhan penerbangan akan meningkat menjadi 15 sampai 20 persen.

Apalagi Bali ditetapkan sebagai salah satu dari lima bandara di Indonesia untuk menghadapi liberalisasi penerbangan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN Open Sky) pada 2015. Lima bandara yang ditetapkan dalam program ASEAN Open Sky adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Denpasar), Juanda (Surabaya), Hasanuddin (Makassar), dan Kualanamu (Medan).

"Dengan ditetapkan sebagai open sky, otomatis menjadikan penerbangan dari luar negeri ke Bali juga semakin banyak," ucapnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali itu.

Herry menambahkan, di Ngurah Rai, hanya ada satu landasan pacu dan itu tidak bisa ditambah lagi. Sedangkan untuk rencana pembangunan bandara di Bali utara, tepatnya di Kabupaten Buleleng, kapasitas maupun landasan pacu masih terbuka untuk dikembangkan.

"Idealnya lebih cepat dibangun akan lebih baik karena hasil studinya sudah ada, kini tinggal komitmen. Dari hasil studi, dipilih kawasan Buleleng bagian timur sebagai tempat pembangunan bandara yang baru, tetapi untuk keputusannya masih menunggu hasil studi berikutnya," ujarnya.

Sebelumnya, kata Herry, telah ada investor dari India yang berminat untuk berpartisipasi dalam pembangunan bandara tersebut. "Kapasitas bandaranya, bisa sama dengan Bandara Ngurah Rai, bisa juga lebih tergantung kapasitas pasarnya nanti," tambah Herry.

Sumber : Antara

Kini Giliran Garut dan Tasikmalaya

|0 komentar

Jabar Travel Expo (JTX) 2012 memprioritaskan pengenalan destinasi wisata di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya sebagai destinasi baru kunjungan wisata ke wilayah Jawa Barat. "Fokos JTX 2012 ini memperkenalkan destinasi Garut dan Tasikmalaya kepada para buyer dari 13 negara peserta expo ini, diharapkan ke depan ada peningkatan kunjungan ke kawasan itu," kata Ketua Jabar Travel Expo 2012, Hilwan Saleh di Bandung, Selasa (1/5/2012).

Pelaksanaan JTX 2012 dibuka oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan dan akan berlangsung pada tanggal 1-2 Mei 2012 dengan menjanjikan transaksi wisata.

Selama dua hari, menurut Hilwan sekitar 155 buyer dari 13 negara hadir dan melakukan transaksi pariwisata yang digelar di Grand Royal Panghegar Bandung. Ke-13 negara yang diundang itu merupakan negara yang cukup signifikan dalam membawa turisnya ke Indonesia, khususnya ke Jawa Barat.

"Tahun lalu JTE 2011 memfokuskan memperkenalkan destinasi Kuningan dan Majalengka, hasilnya cukup positif kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan itu meningkat," kata Hilwan.

Destinasi Garut dan Tasikmalaya, kata Hilwan, mengetengahkan obyek wisata air panas dan peristirahatan, sedangkan Tasikmalaya juga menjanjikan wisata alam, kerajinan, serta wisata religi.

Selain itu, jalur selatan Jabar di kawasan Garut Selatan hingga Tasikmalaya-Pangandaran menjadi obyek wisata pantai yang menjanjikan bagi wisatawan. "Kedua destinasi itu memiliki sektor pendukung pariwisata yang bagus, selain alam dan pengembangan wisatanya juga dukungan infrastruktur dan komoditas wisata, khususnya kuliner dan kerajinan," katanya.

Sementara itu, pada ajang JTX 2012, berlangsung transaksi dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, China, Jepang, dan Belanda. "Mereka langsung melakukan transaksi tanpa perantara, termasuk peserta dari Indonesia yang diwakili sejumlah travel nasional dengan menawarkan sejumlah destinasi wisata unggulan," kata Hilwan Saleh.

Ia menjelaskan JTX merupakan ajang tahunan yang digelar oleh insan perhotelan, travel, dan pelaku pariwisata lainnya di Jawa Barat, dan merupakan ajang yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pariwisata.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mendukung pelaksanaan JTX 2012 dengan memperkenalkan destinasi di Jabar selatan, khususnya Garut dan Tasikmalaya. "Pemerintah mendukung program wisata, sejalan dengan program pembangunan infratsruktur di kawasan selatan, termasuk Garut dan Tasikmalaya," kata Heryawan.

Salah satunya, pemerintah terus memperbaiki jalur selatan Jabar dari Pangandaran hingga Pelabuhan Ratu Sukabumi sepanjang lebih dari 420 kilometer, termasuk perbaikan kondisi jembatan.

Sumber : Antara

Pantai Batukaras, Surga Peselancar Pemula

|0 komentar

Peselancar menjajal ombak di Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kondisi pantai yang cukup dalam dan tanpa karang menjadi tantangan tersendiri bagi peselancar pemula dari dalam dan luar negeri.

Ciamis tidak hanya memiliki Pangandaran. Daerah di Jawa Barat itu juga memiliki pantai molek lain, Batukaras. Berjarak 35 kilometer arah barat Pangandaran, Batukaras siap menyuguhkan sensasi baru sekaligus menjadi surga bagi peselancar pemula.

Dannie (25), wisatawan asal Swedia, mengatakan, akhirnya menemukan pantai yang ia cari untuk mengasah kemampuan selancarnya. Sebagai peselancar pemula, selama ini ia mencari pantai berombak landai dengan gugusan pantai panjang tanpa karang di dasarnya.

"Angin kencangnya khas pantai selatan Jawa. Namun, karena pantainya tersembunyi di antara dua bukit karang, ombaknya jadi tidak tinggi. Saya tinggal bawa nyali," kata Dannie, yang sudah delapan bulan terakhir melakukan penjelajahan dari Bali hingga Jawa Barat, khusus mencari pantai berombak landai.

Hal yang sama dikatakan Kirana (32), penikmat olahraga selancar asal Bandung. Ombak di Batukaras tidak sebesar di Bali atau Sukabumi. Perairan Batukaras cocok bagi pemula yang ingin memperdalam kemahiran berselancar. Namun, tidak tertutup kemungkinan ombak besar juga mengentak Batukaras. Bulan Desember-Januari, gulungan ombak setinggi 1-1,5 meter bisa memuaskan penggila selancar.

"Saat itu, di tempat ini juga dilakukan perlombaan selancar nasional bagi pemula atau profesional. Tak jarang pesertanya datang dari luar negeri," kata Kirana.

Pasti mahir

Batukaras adalah satu dari tiga kawasan wisata unggulan Kecamatan Cijulang di Kabupaten Ciamis. Dua lainnya adalah Green Canyon dan Batu Hiu.

Tidak sulit bila ingin mengunjungi Batukaras. Ipik Taupik, pemandu wisata dari Paguyuban Pemandu Wisata Pangandaran, mengatakan, berkunjung ke Batukaras bisa lewat darat atau udara.

Batukaras sendiri berlokasi sekitar 315 kilometer (km) dari Bandung, atau sekitar 6 jam perjalanan dengan bus umum. Turun di Terminal Cijulang, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju Batukaras, berjarak sekitar 5 km. Perjalanan sambungan itu menggunakan ojek bertarif Rp 5.000-10.000 per orang. Atau, bisa juga menyewa angkutan umum Rp 60.000 per unit.

Jarak itu bisa dipersingkat bila menggunakan pesawat terbang berpenumpang 8 orang milik Susi Air rute Soekarno Hatta-Nusawiru di Cijulang dengan waktu terbang 3 jam. Perjalanan dari Nusawiru bisa dilanjutkan dengan ojek atau angkutan umum menuju Batukaras selama setengah jam.

Persewaan mobil dan sepeda motor juga bisa jadi alternatif. Tarif sewa mobil Rp 350.000 - Rp 400.000 per hari atau sepeda motor Rp 50.000 per hari. Pemandu wisata juga bisa diajak menemani perjalanan, yang jasanya bertarif Rp 350.000 per hari. Wisatawan akan dibawa mengunjungi sejumlah taman wisata alam, Pangandaran, Green Canyon, Penangkaran Penyu Batu Hiu, dan Batukaras.

Lalu bagaimana bila tidak punya peralatan selancar?

Jangan khawatir karena di Pantai Batukaras banyak persewaan papan selancar berbagai ukuran bertarif Rp 75.000 per setengah hari. Bila benar-benar buta perihal cara menggunakan papan selancar, bisa menyewa instruktur dengan tarif Rp 150.000 per jam. Biasanya instruktur akan membawa wisatawan ke tempat favorit di sekitar Batukaras seperti Karang, Legok Pari, dan Bulak Bendak.

Pengurus Batukaras Surf Club, Husni Ridwan, mengatakan, sekitar 50 instruktur di Batukaras sudah terlatih. Mereka mayoritas warga lokal yang lahir dan besar bersama Batukaras. Bahkan, ia berani menjamin bila dilakukan secara intensif selama 3 hari berturut-turut, wisatawan bisa menantang ombak sembari berdiri di atas papan selancar.

Pesona Batukaras tidak hanya perairannya yang ideal bagi peselancar pemula. Mirip dengan Batu Hiu dan Pangandaran, di Batukaras pun wisatawan bisa menikmati keindahan pantai selatan dari atas Karang Cikabuyutan dan Karang Bungalow. Pengunjung dimanjakan dengan pemandangan horizon Samudra Indonesia dari balik rimbunya pepohonan pantai.

"Coba Anda naik ke puncak karang. Anda akan melihat lautan lepas Samudra Indonesia di antara karang dan ranting pohon seperti Pantai Geger di Nusa Dua, Bali. Sempurna bagi Anda bila melihatnya saat matahari terbenam," ujar Herlina, pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia Jabar.

Bila belum puas juga, muara Batukaras menawarkan potensi wisata. Arnold Andi Madong, pemilik Hotel Riversider, salah satu hotel di Batukaras, mengatakan, menawarkan wisatawan menyusuri muara menggunakan perahu motor atau jet ski. Ada juga kawasan wisata Pantai Batu Payung, batu karang di tengah pantai berbentuk payung.

"Terjun dari batu karang setinggi 7 meter itu kerap jadi atraksi favorit wisatawan," katanya.

Perbaikan infrastruktur

Arnold mengatakan, tidak cukup hanya mengandalkan alam dan keramahan warga setempat membangun kawasan wisata ideal. Perbaikan infrastruktur harus dilakukan bila ingin menarik wisatawan lebih banyak.

Pembangunan hotel representatif perlu dilakukan. Saat ini di kawasan itu sedikitnya ada 10 hotel dan penginapan bertarif Rp 150.000 - Rp 250.000 per kamar per hari. Namun, dengan jumlah kamar kurang dari 20 unit per hotel, wisatawan biasanya menyewa rumah warga bertarif Rp 100.000 – Rp 150.000 per malam.

Perbaikan jalan juga harus menjadi perhatian. Arnold mengatakan, saat ini jalan menuju Batukaras dari Bandara Nusawiru sepanjang 5 kilometer hanya selebar 2,5-3 meter. Dengan jalan selebar itu, kerap kali timbul kemacetan saat musim libur. Akibatnya, banyak wisatawan dari Batu Hiu atau Pangandaran enggan mampir ke Batukaras.

"Jalan sekarang hanya cukup untuk satu bus. Saat akhir pekan atau hari libur dipastikan macet. Kalau sudah begitu banyak kendaraan balik arah sebelum sampai ke Batukaras," kata Arnold.

Kasubag Tata Usaha Unit Pengelolaan Teknis Daerah Dinas Pariwisata di Cijulang, Andang Koswara, sepakat dengan usulan itu. Alasannya, Batukaras sudah menjadi kawasan wisata kelas 1 tingkat nasional, sejajar Pangandaran. Bukan tidak mungkin bila ditingkatkan kualitasnya, Batukaras akan memberikan kontribusi lebih banyak bagi Kabupaten Ciamis. Data selama tahun 2011, pendapatan dari Batukaras mencapai Rp 637 juta, lebih banyak dari target awal Rp sebesar Rp 350 juta.

Sumber : Kompas Cetak

Lezatnya Otak-otak Makassar

|0 komentar

Otak-otak Makassar.

Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.

Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong di Makassar.

Kotak kemasan di luar kardus tempat otak-otak ada tulisan oleh-oleh khas Makassar dengan warna kuning bunga matahari dan  hijau daun. Bungkusan otak-otaknya memang kelihatan cantik dengan daun pisang yang masih segar berwarna hijau muda.

Otak-otak ini diproduksi sejak tahun 1995 meneruskan usaha mertuanya. Rasanya tidak berubah sepanjang 17 tahun karena ikan tengirinya dijamin dari pilihan ikan terbaik. Sehari ikan tengiri yang harus digiling sebanyak 50 kilogram. Otak-otaknya agar awet sampai beberapa hari bisa disimpan di-freezer dan siap dimakan dengan dibakar lebih dulu.

Bungkusan otak-otaknya yang berukuran besar selebar ibu jari orang dewasa dan panjang 10 centimeter mengundang selera untuk segera mencicipinya apabila dihidangkan panas-panas setelah dibakar. Rasanya kenyal dan rasa ikan tengirinya sangat terasa. Apalagi dicocol dengan bumbu tauco rasanya tambah mantap.

Di Toko Elly yang menempati sebuah ruko ini sekaligus menjadi tempat membuat  otak-otak. Oleh-oleh khas Makassar lainnya yang juga bisa dibeli juga antara lain pisang hijau, kacang makassar, abon ikan, sambel kuning, markisa, minyak gosok dan kain sutra khas Makassar.

(kompas.com)

Popular Posts