NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini


Kamis, 10 April 2014

Kereen ... Pedagang Es di Kampus Ini Berhasil Lulus dengan Predikat Cumlaude

|0 komentar

Pedagang Es di Kampus Ini Berhasil Lulus dengan Predikat Cumlaude
Tribun Jateng/Galih Priatmojo
Witri Suwanto mengayuh becak dari rumahnya di Sragen untuk menghadiri wisuda di UTP

Untuk menutup biaya hidup di Solo dan membayar biaya kuliah, Widri berjualan es Sari kacang Ijo di kampusnya. Meski begitu, ia tak malu dan malah memotivasinya belajar lebih giat. Hasilnya, laki-laki asal Sragen itu lulus dengan predikat cumlaude.

Mengenakan pakaian olahraga berwarna merah putih, Witri Suwanto (26), menyambut kedatangan Tribun Jateng di lorong kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Rabu (30/10/2013).

Setelah berbasa-basi, obrolan berlanjut ke acara wisuda yang digelar pada Senin (28/10/2013). “Alhamdulillah, saya lulus dengan predikat cumlaude,” katanya.

Warga kampung Jagan, Gentan Banaran, Plupuh, Sragen itu lulus dari bangku kuliah setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah di Jurusan Pendidikan Keolahragaan, spesifikasi Tenis, selama tiga tahun sembilan bulan. “Targetnya bisa lulus 3,5 tahun meleset,” ujar pemuda yang memeroleh nilai A pada 18 mata kuliah tersebut.

Widri sebenarnya sudah lulus SMA pada 2006, tapi baru bisa kuliah 2009. Selama tiga tahun ia harus bekerja untuk menyiapkan biaya masuk kuliah. Saat sudah resmi menjadi mahasiswa UTP, ia membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya dari cucuran keringat berjualan es sari kacang hijau.

Widri menceritakan, ia mulai merintis usaha berjualan es Sari kacang hijau sejak lulus SMA. Saat itu ia melihat peluang berdagang di depan kampus UTP. Setelah beberapa lama berjualan es, ia mendapat tawaran bekerja sebagai marbot (penjaga masjid) di Masjid Kantor Pajak Yogyakarta.

Setelah tiga tahun mengabdi bekerja di Yogyakarta dan bisa menabung. Widri pun memutuskan hijrah ke Solo untuk mewujudkan mimpinya berkuliah dan mendaftar di UTP Surakarta. "Gaji Rp 900 ribu dari Kantor Perpajakan dan saat jual es, saya pakai biaya awal kuliah selama satu semester," ungkap bungsu dari tiga bersaudara itu.

Setelah masuk kuliah, Widri praktis tak lagi mempunyai pendapatan untuk membiayai kuliahnya. Uang di tangan yang tersisa Rp 800 ribu, kemudian digunakan untuk modal berjualan es sari kacang hijau di depan kampus tempatnya belajar.

"Setelah satu semester, saya nggak ada biaya lagi. Orangtua juga cuma tani dan nggak sanggup membiayai. Akhirnya saya jualan sari kacang ijo dan jual pakaian untuk mencukupi kebutuhan saya sendiri," akunya.

Jika mahasiswa lain berangkat ke kampus sekitar pukul 07.00, Widri pun sudah tiba di depan kampus sekitar pukul 06.00. Bukan untuk membaca buku kuliah atau mengerjakan tugas, tapi untuk membuka lapak es sari kacang hijau di sekitar pintu gerbang kampus.

Saat ada jam kuliah, Widri menutup sementara lapaknya dan menitipkannya pada satpam kampus, dan berjualan lagi setelah keluar kelas. Selain teman di kampusnya, pelanggan setianya adalah para dosen di UTP. Bahkan banyak di dosen pelanggannya yang memberikan uang lebih saat membeli es sari kacang hijaunya.

Selama berjualan es di kampus, Widri kadangkala harus menanggung rugi karena cuaca tidak bersahabat. Bila menghadapi situasi seperti itu, laki-laki itu pun memilih membagikan es kacang hijau pada teman-teman kuliahnya secara gratis.

Biasanya, lanjut Widri, sehari setelah membagi-bagikan es kacang hijaunya, dagangannya malah makin lancar dan laris. “Kalau rata-rata sehari bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 100 ribu. Cukup untuk biaya kuliah dan biaya hidup di Solo,” katanya.

Meski harus berjualan es di depan kampusnya dan para konsumennya adalah teman kuliahnya, Widri mengaku tidak pernah merasa rendah diri. Bahkan ia makin termotivasi untuk belajar lebih baik. Hasilnya, ia berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam tiga tahun sembilan bulan dengan predikat cumlaude.

Sebagai bentuk suka citanya menyelesaikan kuliah, setelah resmi diwisuda Senin (28/10/2013) lalu, Widri memenuhi nazarnya menggenjot becak dari Solo menuju Sragen dalam waktu empat jam.

Kini, putra ketiga dari pasangan Paino Notowiyono dan Mulyati tersebut ingin merantau ke Australia untuk belajar beternak sapi. Untuk mendukung cita-citanya, Widri kini harus bolak balik Solo-Kediri untuk kursus bahasa Inggris.

"Aku punya jiwa wirausaha yang tinggi dan menurutku beternak sapi itu prospeknya bagus," tandas peraih IPK 3,55.

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2013/11/01/pedagang-es-di-kampus-ini-berhasil-lulus-dengan-predikat-cumlaude

Seru, Persaingan Apartemen di Bekasi !

|0 komentar
Ilustrasi.

Kawasan Bekasi dan sekitarnya bukan lagi sentra tanaman produksi padi, melainkan lumbung properti hunian dalam gedung-gedung tinggi. Betapa tidak, hingga akhir 2013 saja, sedang dikembangkan 18.128 unit dari 16 proyek apartemen. Tahun ini akan bertambah lagi, menyusul realisasi rencana pembangunan apartemen di Summarecon Bekasi. 

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johannes Mardjuki, memastikan realisasi pembangunan apartemen bertajuk Springlake kepada Kompas.com, Kamis (10/4/2014). 

Menurutnya, apartemen Springlake menempati area seluas 3 hektar di dalam pengembangan Summarecon Bekasi. Tahap I akan dibangun sebanyak dua menara. Harga perdana yang ditawarkan terendah mulai Rp 300 juta per unit.

"Kami akan merilisnya secara resmi pada tanggal 26 April mendatang. Pembangunan tahun ini juga," ujar Johannes. 

Para pengembang menilai pasar apartemen Bekasi sangat menjanjikan dengan ceruk pasar luas. Kebutuhan hunian vertikal ini belakangan terus meningkat. Kebutuhan berasal dari para penglaju yang tinggal di Jakarta, Bogor, atau Tangerang yang bekerja di beberapa kawasan industri yang ada di Bekasi, dan juga sebaliknya para penglaju yang bekerja di Jakarta dan bertempat tinggal di pinggiran Bekasi. 

Menurut Direktur Utama PT Metropolitan Land Tbk., Nanda Widya, selain para penglaju, kehadiran ekspatriat dengan level manajer menengah juga memberikan kontribusi besar terhadap kebutuhan apartemen. "Saya tidak tahu angka pastinya, namun, di kawasan industri Bekasi terdapat lebih dari 1.500 perusahaan yang mempekerjakan karyawan asing," sebut Nanda, Jumat (28/3/2014).

Oleh karena itulah, Metropolitan Land juga menawarkan properti serupa yakni M Gold Tower sebanyak 144 unit dengan harga perdana mulai Rp 600 juta per unit. Hingga berita ini diturunkan, M Gold Tower sudah terjual seluruhnya. Sejumlah 48 unit di antaranya, diborong PT Marimo Property, investor asal Jepang.

Menariknya bisnis apartemen Bekasi, diakui Presiden Direktur PT Marimo Property, Yasuhiko Kawai. "Pasar Bekasi luar biasa besar. Untuk itu, kami tertarik membangun apartemen di sini. Sebagai langkah awal, kami membeli produk dari M Gold Tower untuk disewakan kembali kepada ekspatriat Jepang. Selanjutnya, kami akan bekerja sama dengan PT Metropolitan Land Tbk membangun apartemen serupa. Saat ini lahannya masih dicari," ungkap Yasuhiko, Jumat (28/3/2014).

Adapun ke-16 proyek apartemen yang sedang dibangun di Bekasi yakni Green Palace Residence, Grand Dhika City, Indigo Apartment, TTL Residence, BTC Residence, Adede Park, One Sentosa Residence, Grand Icon Caman, Mutiara Apartment, Centerpoint, Oasis Apartment, Trivium Terrace, Enviro, M Gold, Blue Oasis, dan Bekasi Tower 88.

Apartemen-apartemen tersebut ditawarkan dengan harga serentang Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar per unit.

Sumber: kompas.com

Senin, 07 April 2014

Perlukah Probiotik untuk Organ Intim?

|0 komentar


Shutterstock
/Ilustrasi

Menjaga kebersihan organ intim bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang sedang tren belakangan ini adalah suplemen probiotik khusus untuk menjaga jumlah bakteri baik di vagina.

Jenis probiotik khusus ini ada yang dipasarkan dalam bentuk pil, ada juga yang berbentuk cairan untuk membilas vagina. Meski begitu, fungsinya tetap sama, mencegah infeksi vagina karena kestabilan flora vagina terjaga.

Memiliki bakteri baik di vagina berarti mengurangi bau tidak sedap, iritasi, atau pun keputihan. Menurunnya jumlah bakteri patogen pada organ intim juga bisa mencegah infeksi vagina yang menyebabkan keputihan berbau.

Penelitian menunjukkan, wanita yang sehat umumnya memiliki bakteri lactobacili dalam jumlah banyak di vaginanya. Tetapi, belum jelas apakah pil probiotik yang diminum bisa sampai pada bagian tersebut.

Menurut Mary Jane Minkin, PhD, profesor obstetri dan ginekologi dari Yale University School of Medicine, sebenarnya membasuh vagina dengan probiotik atau minum suplemennya bukan hal yang penting.

"Kecuali Anda sedang minum antibiotik, yang bisa mengganggu keseimbangan bakteri di vagina, konsumsi suplemen probiotik tidak terlalu perlu," katanya.

Cara lain untuk menjaga keseimbangan bakteri di vagina adalah dengan mengonsumsi makanan sehat sumber probiotik, seperti yogurt. Selain itu, hindari memakai sabun pembersih vagina karena justru bisa menghilangkan bakteri baik. Yang tak kalah penting adalah mulai berhenti merokok karena bisa berdampak juga pada keseimbangan bakteri baik.

Jumat, 04 April 2014

Perceraian Berakibat Buruk bagi Kesehatan Pria

|0 komentar

Ilustrasi

Perceraian ternyata tak hanya berefek buruk bagi kesehatan mental dan emosi, tapi juga fisik seseorang. Kondisi ini tidak cuma rentan dialami wanita, tapi juga pria.


Sebuah riset di Amerika mengatakan, pria yang hidup single atau mengalami perceraian, berpeluang 39 persen lebih tinggi mengalami kematian dini. Angka ini dibandingkan dengan pria yang ada dalam ikatan pernikahan.

Kondisi ini mungkin disebabkan pria yang hidup single lebih berpeluang menjalankan gaya hidup atau perilaku seks berisiko. Perilaku ini lambat laun mengancam kesehatan fisik dan mentalnya.
 
Sebuah studi kasus oleh Dr. Daniel Felix dari University of Nebraska dan dimuat dalam Journal of Men's Health mengungkapkan pentingnya para dokter untuk mengenali problem kesehatan kaum pria yang dipicu oleh perceraian.

Riset ini merupakan kajian terhadap kasus yang dialami seorang responden pria berkulit putih usia 45 tahun yang bertahan dari perceraian.

Setelah perceraian, pria ini mengunjungi dokter keluarga setelah 10 tahun tidak memeriksakan diri. Ia datang dengan keluhan pola tidur buruk, dan masalah perut yang tidak kunjung tuntas. Pria ini juga melaporkan keranjingan minum bir dan mulai membenci pekerjaannya. Sebagai karyawan level menengah di sebuah bank lokal, pria ini mulai terganggu dengan atasan dan teman-temannya.

Sehubungan dengan perceraian yang dialami, pria ini juga melaporkan keterbatasan akses yang dialami dalam menemui anak-anaknya. Padahal, ia  sangat membutuhkan dukungan anak-anaknya. Pria ini juga mengeluhkan mantan istrinya yang seolah menjauhkan ia dari semua teman-teman yang dimiliki saat masih menjadi pasangan.

Peneliti melaporkan, kondisi fisik pria ini tampak biasa saja meski pun ia mengalami sedikit pembengkakan pada liver dan tubuhnya yang kegemukan.  Namun sebaliknya, peneliti mengaitkan kondisi penyakit yang dialami pria ini dengan gejala depresi yang berlanjut dengan kecemasan dan stres akibat perceraian.

Peneliti menyarankan para dokter untuk melakukan pengobatan pada gejala-gejala psikologis akibat perceraian, dan bukannya merekomendasikan perbaikan nutrisi, olahraga, dan pola tidur. Para pria korban perceraian juga wajib mengikuti program terapi kecanduan alkohol dan zat terlarang. Selain itu, mereka juga harus mendapat rujukan dari tenaga medis untuk berobat para konselor, profesional kesehatan jiwa, atau kelompok dukungan perceraian.

Peneliti menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut guna melihat dampak perceraian bagi kesehatan pria. Professor Ridwan Shabsigh dari Cornell University, Amerika Serikat mengatakan, temuan ini menjadi dasar penyusunan diagnosa dan panduan terapi kesehatan bagi para pria korban perceraian.

Riset ini sekaligus membuka sisi lain pria, yang sering dikesankan sebagai sosok kuat, tabah, dan lebih kebal pada trauma dibanding wanita.

"Faktanya, pria sangat terpengaruh dengan trauma psikologis dan peristiwa buruk dalam kehidupan seperti perceraian, kebangkrutan, perang, dan kematian. Penelitian segera sangat dibutuhkan untuk menyelidiki prevelensi dan dampak perceraian bagi kesehatan pria," kata Shabsigh yang juga Presiden International Society of Men's Health.


Mengapa Pria Sebaiknya Menikah pada Usia 25, Wanita 21?

|0 komentar

Ilustrasi menikah.

Menikah berarti siap menjadi orangtua tidak sekadar 1-2 tahun, tetapi seumur hidup. Karenanya, untuk menghadapi kondisi tersebut, seseorang memerlukan kesiapan mental yang tangguh. Hal tersebut yang mendasari usia pernikahan minimal 21 tahun bagi wanita, dan 25 tahun bagi pria.

“Usia memang tidak menjadi dasar mutlak kesiapan mental. Namun dengan batas tersebut diharapkan pengalaman dan kesiapan mental lebih baik, dibanding usia yang lebih muda. Selain tentunya kesiapan dari aspek medis,” kata psikolog Ana Surti Ariani dalam kelas parenting New Parents Academy sesi Psikologi Pernikahan, Minggu (16/3/2014). 

Siap menjadi orangtua

Bila pasangan menikah sebelum usia 21 dan 25 tahun, Ana menyarankan keduanya menunda memiliki anak. Dengan penundaan tersebut keduanya bisa saling menyusun pola pendidikan untuk anaknya kelak. Keduanya juga bisa menyiapkan mental menghadapi proses tumbuh kembang anak. Selama penundaan, calon orangtua juga bisa menentukan pola pengasuhan yang hendak diterapkan pada anaknya.

“Parentingadalah pilihan dan orangtua bisa menentukannya dengan berbagai pertimbangan. Dengan kesiapan mental, diharapkan orangtua tahu bagaimana efek pengasuhan tersebut pada anaknya,” tutur Ana.
 
Bila mengetahui efek penerapan parenting maka orangtua tidak akan asal pilih. Orangtua juga tidak akan menerapkan pengasuhan hanya karena terbiasa. Selanjutnya orangtua akan menerapkan keputusan tersebut dengan benar. Tentunya orangtua juga memasukkan lingkungan sekitar dalam pertimbangan parentingyang dilaksanakan, misal keluarga dan asisten rumah tangga.

Siap berkorban dan lebih percaya diri

Selain memilih pola parenting, kesiapan mental akan membimbing calon orang tua mempersiapkan "pengorbanan" yang harus dilakukan. Misalnya mengorbankan waktu yang tadinya lebih banyak untuk dirinya untuk selalu memprioritaskan anaknya. Kesiapan mental juga menyebabkan orangtua selalu percaya diri dalam mengambil keputusan.
 
“Rasa percaya diri inilah yang menyebabkan orangtua tidak mudah kalah, sehingga tidak mengabulkan apapun yang diminta anak. Hal ini memungkinkan pengasuhan selalu dalam pola yang sudah ditetapkan. Percaya diri sekaligus mencegah orangtua menjadi permisif pada anak,” tutur Ana.

Siap memahami anak

Menjadi orangtua, kata Ana, merupakan keharusan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan. Keterampilan memungkinkan orangtua selalu bisa berkomunikasi, dan memahami apa yang dirasakan anak.
 
Yang tak kalah penting, kematangan mental memudahkan orangtua menerima pilihan anak ketika dewasa. Meski tak sesuai rencana awal, orangtua tetap harus memastikan anaknya bahagia dengan jalan yang dipilihnya. Dengan cara ini, anak akan bisa menjalani kehidupannya dengan baik ketika beranjak dewasa.
 
“Sampai kapanpun kita adalah orangtua dari seorang anak. Tugas orangtua adalah menyediakan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Selanjutnya orangtua harus berlapang dada menerima keputusan anak, walau tak sesuai harapannya,” kata Ana.

Sumber: kompas.com

Kamis, 03 April 2014

Ingin Orgasme Lebih Dahsyat? Lakukan "Foreplay" Lebih Lama ..

|0 komentar


Ilustrasi

Definisi hubungan seksual yang memuaskan adalah ketika Anda dan pasangan bisa mencapai orgasme. Banyak taktik untuk mencapai orgasme, tetapi hal sederhana yang sering dilupakan adalah permainan awal atau foreplay.

Foreplay atau sesi pemanasan bertujuan untuk membangkitkan gairah bercinta. Ibarat makan, selera bisa timbul karena bentuk makanannya, warna, rasa, dan juga cara penyajiannya. Demikian pula halnya dengan bercinta.

Hal tersebut berarti Anda perlu memperhatikan kondisi fisik dan psikis untuk membuatnya tergoda. Ketahui apa yang bisa dengan cepat membangkitkan hasratnya. Misalnya jika Anda memakai lingerie tertentu, mandi bersama, saling memberi pijatan, atau kata rayuan dan pujian di sela-sela acara berciuman.

Usaha yang kita lakukan di sesi pemanasan ini bukan hanya akan membangkitkan gairah bercinta tapi juga bisa mendatangkan sensasi lebih lama ketika orgasme datang.

Sebuah penelitian yang dilakukan tim dari McGill University di Kanada membuktikan hal tersebut. Dalam sebuah penelitian terhadap 76 pria dan wanita yang diminta melakukan masturbasi di sebuah laboratorium khusus, para peneliti memasang kamera pemindaian panas untuk mengukur tingkat gairah para partisipan.

Tingkat suhu mereka diukur sebelum terangsang, setelah gairah muncul, sesaat sebelum klimak, sesaat setelah orgasme, dan 15 menit setelah orgasme.

Hasilnya, suhu tubuh baik pria dan wanita meningkat saat mereka merasa terasang. Tidak mengherankan memang, tetapi ketika pria mencapai ejakulasi suhu tubuh mereka dengan cepat turun. Sebaliknya dengan para wanita setelah mereka orgasme. Hal ini bisa mendandakan puncak kenikmatan seksual mereka berlangsung lebih lama.

Semakin lama mereka mendapatkan foreplay, semakin lama puncak kenikmatan seksual yang dirasakan. Hasil penelitian ini bisa mengingatkan Anda dan pasangan tentang pentingnya melakukan sedikit usaha lebih di sesi pemanasan agar orgasme yang dirasakan lebih hebat. Hubungan suami istri pun akan lebih mesra.

Senin, 31 Maret 2014

Waspada Gunakan WiFi di Area Publik

|0 komentar

Europol meminta pengguna internet mengubah kebiasaan.

Informasi sensitif sebaiknya tidak dikirim melalui koneksi wi-fi di area publik untuk mencegah pencurian data oleh peretas, demikian peringatan otoritas keamanan internet Eropa.

Troels Oerting, kepala pusat kejahatan internet Eropa, mengatakan kepada Dan Simmons dari BBC bahwa pengguna internet sebaiknya hanya mengirim data pribadi melalui jaringan yang mereka percayai.

Ia mengatakan peringatan itu dimotivasi oleh meningkatnya serangan melalui wi-fi di area publik.

Europol membantu sejumlah negara mengatasi serangan seperti itu, kata Oerting.

Data curian

"Kami telah melihat penyalahgunaan wi-fi untuk mencuri informasi, identitas atau kata kunci dan uang dari pengguna yang menggunakan koneksi publik atau wi-fi tidak aman," kata dia.

"Kita harus mengajari pengguna bahwa mereka tidak boleh membahas informasi sensitif saat sedang menggunakan internet melalui wi-fi yang tidak aman.

"Mereka harus melakukannya dari rumah, dimana jaringan wi-fi dipastikan aman. Tapi jika anda berada di warung kopi anda jangan mengakses bank atau melakukan apa pun yang melibatkan transfer informasi sensitif."

Oerting mengatakan peretas dan pencuri data tidak menggunakan teknik canggih tapi memperdaya orang agar menggunakan koneksi wi-fi yang seolah-olah berasal dari warung kopi atau restoran.

Sumber: BBC Indonesia

Popular Posts