NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini


Selasa, 31 Mei 2011

Wapresdir Xian Aircraft 'Buka-Bukaan' Soal Pembelian Pesawat MA-60

Wakil Presiden Xian Aircraft International Corporation (XAIC), Gang Shaohua, bicara blak-blakan soal sejarah penjualan pesawat MA-60 ke Merpati Nusantara Airlines. Ia mengatakan hal itu pada kepada sejumlah wartawan yang meninjau pabrik XAIC. 

Terkait dengan proses pembelian MA 60, ujar dia, dimulai pada tahun 2005 yang diadakannya penandatanganan MoU (nota kesepahaman) antara Merpati dan XAIC. Setelah XAIC memperoleh izin sertifikasi dari pihak otoritas Indonesia, lanjutnya, kedua perusahaan juga menandatangani perjanjian kontrak secara formal di kota Beijing, Juni 2006.

Pengiriman pesawat dari China ke Indonesia dilakukan pertama kali pada September 2007. Sedangkan pada Agustus 2008, pihak Kementerian Keuangan menandatangani perjanjian final dengan The Exim Bank of China. Tahun itu pula XAIC menyelesaikan seluruh produksi yang dipesan pihak Merpati.

Setelah melewati berbagai kesukaran, ujar Gang, maka akhirnya pada 2010 proyek penjualan itu difinalkan oleh pemerintah Indonesia.

Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangannya menyatakan, Kemenkeu memastikan pembelian 15 pesawat MA60 oleh Merpati telah memenuhi prosedur pembiayaan pengadaan barang yang berlaku.

Yudi menjelaskan pembiayaan pesawat tersebut disediakan melalui pinjaman lunak ("concessional loan") luar negeri senilai 1,8 miliar Yuan. Perjanjian pinjaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Utang atas nama Pemerintah Indonesia dengan The Exim Bank of China (CEXIM Bank) pada tanggal 5 Agustus 2008.

Penandatanganan perjanjian tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Dan/Atau Penerimaan Hibah Serta Penerusan Pinjaman Dan/Atau Hibah Luar Negeri, serta peraturan pelaksanaannya.

"Saat ditandatangani pada tanggal 5 Agustus 2008, perjanjian pinjaman tersebut belum efektif," kata Yudi. Perjanjian baru dinyatakan efektif pada saat pihak CEXIM Bank menyampaikan Notice of Effectiveness of The Loan Agreement pada tanggal 30 Juni 2010, setelah perjanjian penerusan pinjaman (Subsidiary Loan Agreement atau SLA) antara Pemerintah Indonesia dengan PT MNA ditandatangani pada tanggal 11 Juni 2010.


(Republika)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts