NIKMATI LAYANAN TRAVEL PRIBADI, BOOKING DAN CETAK SENDIRI TIKETNYA

BIRO TIKET PESAWAT ONLINE

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..



KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA


Bergabung? silahkan klik disini


Kamis, 26 Mei 2011

Korsel jual 16 pesawat latih T-50 senilai US$400 juta ke RI

Korea Aerospace Industries Ltd, produsen pesawat terbang terbesar Negeri Ginseng, menandatangani penjualan 16 pesawat jet latih T-50 senilai US$400 juta kepada Indonesia, menandai ekspor perdana pesawat Korea Selatan.

Korea Aerospace akan menyerahkan pesawat tersebut kepada Angkatan Udara RI pada 2013 untuk menggantikan pesawat tua, Sacheon, tulis perusahaan yang berbasis di Korea Selatan tersebut dalam e-mailnya. Korea Selatan diberikan hak negosiasi ekslusif pada April setelah pesawat latih T-50 mengalahkan Yak-130 buatan Rusia dan L-159 yang diproduksi Chechnya.

Kontrak tersebut menjadikan Korea Selatan negara pertama di Asia yang mengekspor pesawat jet supersonik, yang pasarnya didominasi AS, Inggris, Rusia, Prancis, dan Swedia, kata perusahaan itu. Korea Selatan yang ekspor senjatanya mencapai US$1,2 miliar pada 2009 bertekad mendorong penjualan tahunan senjata ke luar negeri hingga US$4 miliar pada 2020.

Kesepakatan dengan Indonesia akan membantu Korea Aerospace menjual pesawat latih T-50 kepada Israel, Polandia, dan AS. Lockheed Martin Corp, perusahaan pertahanan terbesar dunia, menyediakan sistem avionik jet, flight control, dan sayap, sementara mesin dari General Electric Co.

Korea Selatan akan melakukan transfer teknologi kepada Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan.  Korea Aerospace menjual pesawat latih baling-baling KT-1 kepada Indonesia pada 2001. Indonesia tahun lalu juga bergabung dalam proyek pengembangan jet tempur KF-X, dengan menanggung 20% dari biaya pengembangan pesawat tersebut.

Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setuju untuk mempelajari kemungkinan kerja sama pembuatan senjata termasuk tank dan kapal selam selama kunjungan Lee ke Bali pada Desember. Korea Selatan merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia.

Pemerintahan Lee berencana mengembangkan produksi persenjataan Korea Selatan hingga US$10 miliar pada 2020. Peningkatan kekuatan militer mencuat saat negara itu menghadapi ancaman yang semakin meningkat dari Korea Utara, yang menembakkan artileri ke kepulauan Korea Selatan pada November, membunuh empat orang, dan merupakan pemboman pertama sejak Perang Korea 1950-1953.

Rejim Kim Jong Il juga disalahkan karena mentorpedo kapal perang Korea Selatan pada Maret yang menewaskan 46 tentara. Semenanjung Korea secara teknis masih dalam kondisi perang sejak konflik yang berakhir dalam kesepakatan gencatan senjata, bukan fakta perdamaian.

Korea Aerospace berencana melepas sahamnya di Korea Selatan tahun ini. Pemegang saham perusahaan tersebut a.l. Samsung Techwin Co dan Hyundai Motor Co, produsen kendaraan terbesar.

(Bisnis Indonesia)





0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts